JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Jateng Pilot Project Penanganan Kasus Asusila

Jateng Pilot Project Penanganan Kasus Asusila

28
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto
PILOT PROJECT—Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono memberikan keterangan kepada media di Mapolres Wonogiri, Senin (28/8).

WONOGIRI- Kasus asusila di Jawa Tengah yang marak beberapa tahun belakangan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat. Bahkan, Jateng menjadi pilot project penanganan kasus asusila oleh pemerintah pusat.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan hal tersebut saat melaksanakan kunjungan kerja di Wonogiri, Senin (28/8). Kapolda menjelaskan kasus asusila terlebih yang melibatkan anak dan perempuan cukup sering terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Jateng. Tidak terkecuali Kabupaten Wonogiri.

“Yang pasti Jateng akan dijadikan pilot project oleh Kementrian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Khususnya dalam penanganan kasus asusila yang melibatkan anak dan perempuan,” ungkap Kapolda.

Terkait pilot project itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kementerian. Soal langkah, kebijakan, maupun program yang nantinya akan diambil, masih menunggu hasil koordinasi itu.

Jenderal bintang dua itu pun menyebut, dalam penanganan perkara asusila di Jateng, pihaknya telah mengambil tindakan cepat. Di antaranya melakukan koordinasi dengan instansi lain, seperti pemerintah daerah, kejaksaan dan pengadilan.

“Maka harus ada efek jera bagi pelaku kejahatan asusila. Proses peradilannya dipercepat dan ganjarannya hukuman berat,” kata Kapolda.

Di sisi lain, Kapolda berharap agar semua elemen turut serta dan bersinergi dengan pemerintah dalam menyikapi maraknya kasus asusila di Jateng. Salah satunya dibutuhkan kepedulian orang tua dalam menyikapi persoalan asusila yang menjadi fenomena beberapa tahun belakangan.

Orang tua dituntut lebih meningkatkan tindakan deteksi dini. Selain itu, kegiatan yang bersifat positif perlu ditekankan kepada anak- anak. Kapolda menyebut program polisi cilik sebagaimana kini digalakkan di Polres Wonogiri, diharapkan mampu mengurangi angka kasus asusila.

“Sedangkan dari jajaran, kami akan terus melakukan sosialisasi di sekolah- sekolah. Orang tua dituntut untuk lebih peka. Contohnya ketika anak pergi dari rumah, ya harus cepet- cepet bertindak. Saya rasa pemerintah setempat khususnya sekolah dan Dinas P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan) juga harus merespon dengan lebih aktif dan cepat ketika mendapatkan indikasi-indikasi kasus seperti itu,” jelas Kapolda.

Dalam penanganan kasus asusila, imbuh Kapolda, khususnya Polres Wonogiri agar lebih meningkatkan pelayanan konseling psikologis dan kejiwaan. Baik untuk korban atau pun pelaku. Di lain sisi, perlu juga adanya kerjasama dengan psikolog dan ahli kejiwaan di kabupaten setempat. # Aris Arianto