JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Kajari Karanganyar Ingatkan Semua Kepala Desa Soal Kerawanan Ini

Kajari Karanganyar Ingatkan Semua Kepala Desa Soal Kerawanan Ini

39
BAGIKAN
ilustrasi. Foto : Istimewa

KARANGANYAR—Kejari Karanganyar mengingatkan kepada semua kepala desa (kades) di Bumi Intanpari untuk berhati-hati dalam menggunakan dana desa (DD). Pasalnya, jika tidak dikelola dan dipergunakan sesuai peruntukannya, maka dana tersebut rawan dikorupsi.

Hal itu terungkap saat digelar sosialisasi pengelolaan dana desa dari Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Karanganyar, Kamis (24/8/2017).

Kajari Karanganyar, IDG Wirajana mengatakan, sosialisasi dilakukan agar tidak terjadi tindakan korupsi atau penyelewengan yang dilakukan oleh para kades dalam menggunakan anggaran negara.

Menurutnya, mengingat besarnya dana yang diterima desa dengan kondisi kualitas sumber daya perangkat desa yang ada, jika tidak dilandasi pengelolaan dan administrasi yang baik, maka rawan terjadi penyimpangan. Untuk itu, Kejari siap untuk mendampingi para kades dalam melaksanakan program melalui TP4D.

“Kita cukup prihatin dengan kasus yang menjerat para kades dalam mengelola anggaran di sejumlah daerah. Sosialisasi ini sifatnya preventif sehingga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengelolaan alokasi dana desa maupun dana desa,” ungkapnya.

Kasie Intel Kejari Karanganyar, Subagyo Wijaya mengatakan, TP4D akan memberikan pendampingan bagi para kades yang menggunakan dana desa. Dengan catatan, harus ada permohonan dari desa terkait kepada TP4D.

“Tujuannya agar dalam melaksanakan kegiatannya tidak terjadi penyimpangan. Dan perlu kami tegaskan, pendampingan ini tidak dipungut biaya apapun,” ujarnya.

Terkait jika terjadi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran yang berasal dari keuangan negara, Subagyo menegaskan, berdasarkan PP No 12 Tahun 2017 maka harus dilakukan koordinasi dengan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

Jika laporan tersebut berkaitan dengan persoalan administrasi, maka diserahkan ke Inspektorat. Jika memang  ada penyimpangan, maka dilimpahkan ke kejaksaan.

Di sisi lain, Kepala Bapermades Karanganyar, Utomo Sidi menyampaikan, total dana desa untuk seluruh desa di Karanganyar tercatat sebesar Rp 134 miliar. Untuk tahap pertama telah disalurkan sebesar Rp 79,839 miliar.

“Untuk tahap kedua, kemungkinan bisa dicairkan pada bulan September mendatang dengan catatan LKPj tahap pertama telah diserahkan,” terangnya.

Wardoyo