JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Kasus Main Hakim Sendiri Menghancurkan Warkop Mesum di Mojogedang, 17 Warga...

Kasus Main Hakim Sendiri Menghancurkan Warkop Mesum di Mojogedang, 17 Warga Bakal Terseret Jadi Tersangka

1957
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
DIHANCURKAN WARGA- Kondisi warung kopi yang digunakan aktifitas prostitusi dan judi milik Hirnoyang dirusak warga di Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar, Jumat (7/7).

KARANGANYAR– Tim penyidik Polres Karanganyar menyatakan telah menyelesaikan proses gelar perkara terhadap kasus pengrusakan warung
kopi (Warkop) mesum milik Pawiro Sukarno alias Hirno (73) di Dukuh Jatimulyo RT 1/18, Kedungjeruk, Mojogedang, oleh ratusan warga pada awal Juli lalu. Dari 26 saksi yang sudah diperiksa terkait kasus itu, penyidik mengisyaratkan ada 17 orang yang bakal mengarah ditetapkan sebagai tersangka.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Kasat Reskrim, AKP Gede Yoga Sanjaya, Kamis (10/8/2017). Kepada Joglosemar, AKP Yoga mengungkapkan tim sudah menyelesaikan proses penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi yang total berjumlah 26 orang dan diperiksa secara maraton sejak kejadian.

Tim juga sudah menuntaskan gelar perkara kasus tersebut dua hari lalu di Mapolres. Hasilnya dari 26 saksi, penyidik memastikan ada sekitar 17 orang yang mengarah kuat untuk ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah selesai gelar perkaranya. Dari total 26 saksi yang sudah kita mintai keterangan, ada sekitar 17 orang yang mengarah ditetapkan sebagai tersangka,” paparnya kemarin.

Namun, Kasat Reskrim mengungkapkan untuk kepentingan penuntasan penyelidikan, untuk sementara 17 nama yang bakal terseret jadi tersangka itu, belum bisa dipublikasikan. Ia hanya menegaskan bahwa 17 nama itu merupakan orang yang berperan dalam melakukan pengrusakan dan
ikut melakukan pengrusakan secara bersama-sama terhadap warung milik Hirno, yang dihancurkan pada awal Juli lalu.

“Mereka adalah yang ikut melakukan pengrusakan,” tukasnya.

Di sisi lain, penetapan 17 tersangka itu memenuhi komitmen Polres yang sejak awal menegaskan untuk memproses hukum kasus main hakim sendiri tersebut. Kepada Joglosemar, Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak menegaskan pihaknya memang akan berimbang dalam memproses kasus tersebut.

Tidak hanya warga yang merusak, proses hukum juga akan diterapkan untuk pemilik warung yang dinilai sudah membuka peluang menyediakan warungnya sebagai tempat prostitusi maupun perjudian.

AKP Ade Safri memandang meski berdalih membantu kepolisian, tindakan warga dengan main hakim sendiri dan menghancurkan warung itu tidak bisa dibenarkan secara hukum. Sebaliknya, aksi mereka justru merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi Polri yang seolah-olah dianggap tidak mampu menangani persoalan.

“Membantu polisi itu bukan berarti setiap ada yang tidak benar langsung dirusak sendiri begitu. Tapi melaporkan dan memberi informasi ke polisi, biar polisi yang menindak. Berkontribusi menjaga Kamtibmas sangat dibolehkan tapi ada koridornya. Kalau main rusak, nanti bisa muncul robinhhood-robinhood baru. Kalau semua main sendiri, nggak usah ada polisi-polisian,” ujarnya geram.

Ditambahkan, proses hukum itu dijalankan sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat bahwa apapun alasannya aksi main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan. Menegakkan aturan tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar hukum.

“Sekali lagi, kami tidak pandang bulu. Siapa yang melanggar hukum, akan kita tindak. Kalau penegakan hukum itu dilakukan oleh orang yang tidak berhak itu salah dan melanggar HAM,” tukasnya. (Wardoyo)