Sungguh Terlalu.. Sudah Tertangkap Mbolos, Belasan Pelajar SMK di Sragen Ini Ternyata...

Sungguh Terlalu.. Sudah Tertangkap Mbolos, Belasan Pelajar SMK di Sragen Ini Ternyata Nggak Hafal Pancasila

505
    BERI PEMBINAAN- Tim Satpol PP saat memberikan pembinaan dengan meminta pelajar mbolos dan pesta ciu untuk menyanyi lagu nasional dan menghafal pancasila di Aula Satpol PP Sragen, Selasa (1/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

    SRAGEN– Kelakuan sejumlah pelajar di Sragen semakin memprihatinkan saja. Bayangkan, saat pelajar yang lain masih konsentrasi belajar di sekolah, 20 pelajar justru terjaring razia pertiban pelajar oleh tim Satpol PP Sragen, Selasa (1/8/2017).

    Dua puluh pelajar dari berbagai SMK itu dipergoki tengah membolos dab keluyuran di sejumlah lokasi nongkrong, play station hingga pesta miras dan koplo di berbagai lokasi. Padahal jarum jam masih menunjuk angka 10.00 WIB.

    Kabid Ketentraman Ketertiban dan Linmas Dinas Satpol PP Sragen, Sugeng Priyono mengungkapkan para pelajar bandel itu terdiri dari 17 laki-laki dan 3 perempuan.

    Mereka tertangkap saat nongkrong dan bermain di sejumlah titik seperti di Pasar Bunder, Belakang SMPN 2 Sidoharjo,
    GOR, dan di arena bermain atau PS di depan Apotek Budi Sehat. Sebagian juga ditemukan nongkrong di areal GOR Diponegoro Sragen.

    Setelah didata dan membuat surat pernyataan, semua pelajar bengal itu kemudian diberi sanksi menyanyikan lagu nasional hingga melafalkan teks pancasila. Namanya saja sudah bengal, sebagian besar dari mereka pun sudah bisa ditebak dan ternyata memang tak hafal pancasila.

    ‘Ini biar ada efek jera bagi mereka biar tidak membolos lagi. Sekaligus mencoba menanamkan nilai kebangsaan ke mereka. Faktanya banyak yang enggak hafal pancasila,” tegasnya.

    Para pelajar itu juga seolah tertampar dengan ibu salah satu siswa yang membolos dan justru hafal pancasila dengan lancar ketika mencoba disuruh menghafalkan pancasila oleh Kadinas, Tasripin.

    “Lho ibunya saja hafal, masa anaknya malah nggak hafal. Malu-maluin kan? ” ujarnya.

    Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Tasripin menegaskan operasi terhadap pelajar itu sebenarnya rutin digelar dalam rangka mencegah adanya pelajar mbolos dan hal-hal negatif. Sebagai bentuk sanksi, orangtua siswa dan pihak sekolah dipanggil untuk diberikan pengarahan dan pembinaan di hadapan anak mereka.

    “Minimal biar ada efek jera. Kasihan orangtua mbiayai susah payah, malah anaknya pada mbolos,” tukasnya.

    Sementara salah satu siswa SMA PGRI Sragen yang terjaring razia, RY (17) mengaku dia digerebek saat main bilyard di depan Apotek Budi Sehat. Ia berdalih saat itu sudah dipulangkan karena guru guru melayat.

    “Saya tadi nggak hafal Pancasila padahal dulu di SMP juga hafal,” dalihnya. Wardoyo

Baca Juga :  Wah, Oknum Makelar Gentayangan Jelang Penetapan 6 Kadinas Baru di Sragen
BAGIKAN