JOGLOSEMAR.CO Sport Kemenpora Gandeng Anak Muda Kembangkan Industri Olahraga

Kemenpora Gandeng Anak Muda Kembangkan Industri Olahraga

18
BAGIKAN
Para peserta saat mengikuti pembukaan dalam kegitan pendidikan dan pelatihan tenaga teknis produk barang industri olahraga di Puri Kencono Ballroom Lorin Hotel, Kamis (24/8/2017). Foto : Nofik Lukman Hakim

SOLO – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggandeng anak muda untuk mendongkrak perekonomian Indonesia melalui produk berbagai cabang olahraga. Kemenporan memberikan pelatihan kepada 60 anak muda di Lorin Hotel Solo mulai Kamis-Senin (24-28/8/2017).

Delapan produk yang menjadi sasaran dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan tenaga teknis produk barang industri olahraga tahun ini.

Produk itu terdiri dari berbagai cabang, di antaranya sepak bola, sepak takraw, panahan dan bulutangkis. Khusus untuk panahan, kota Solo kembali dipercaya menjadi pusat pengembangan.

Puluhan anak muda itu berasal dari pondok pesantren (Ponpes), mantan atlet, anak sekolah serta pemuda putus sekolah. Mereka akan diajari cara membuat panah maupun busur panah oleh instruktur asal Pemalang, Khairul Anam.

“Kami mendorong para pemuda untuk ikut berwirausaha produk olahraga. Salah satunya panahan yang diselenggarakan di Solo. Selain potensinya cukup menjanjikan, pengembangan ini juga bisa bisa mendongkrak prestasi olahraga di Indonesia,” terang Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga, Gajah Nata Surya dalam pembukaan pelatihan di Puri Kencono Ballroom Lorin Hotel, Kamis (24/8/2017).

Panahan menjadi salah satu yang bisa dilirik pemuda lokal, khususnya dari eks karesidenan Surakarta. Gajah bercerita, selama ini minat anak-anak untuk berlatih panahan tidak sebesar cabang olahraga lain lantaran harga alatnya sangat mahal. Untuk satu set busur panah standar kompetisi, harganya bisa mencapai Rp 10-15 juta.

Program dari Kemenpora juga mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Joni Hari Sumantri.

“Kalau alatnya mahal kan mempengaruhi (minat atlet). Sebaliknya, bila sarana dan prasarana memadai serta terjangkau, pasti minatnya semakin banyak,” tutur Joni.

Sementara itu, instruktur pembuat alat panahan asal Pemalang, Khairul Anam mengaku usahanya membuat alat panah terinspirasi dari tayangan video di youtube.

“Tingkat akurasi atau ketepatan sekitar 50 meter. Sementara tembakan busurnya bisa mencapai 150 meter,” ucap Khairul.

Nofik Lukman Hakim