JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kenakan Ikat Kepala Merah Putih, Ratusan Ulama Kecamatan Plupuh dan Aparat Serukan...

Kenakan Ikat Kepala Merah Putih, Ratusan Ulama Kecamatan Plupuh dan Aparat Serukan Tolak Negara Kilafah

145
BAGIKAN
Danramil Plupuh, Kapten (inf) Sudarmin saat memimpin doa bersama HUT RI di Masjid Sumberejo, Sambirejo, Plupuh, Kamis (17/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Momentum peringatan HUT ke -72 Kemerdekaan RI benar-benar merasuk ke seluruh msyarakat di penjuru tanah air. Tidak hanya di wilayah perkotaan, semangat kecintaan nasionalisme juga menggema di pelosok pedesaan.

Salah satunya terpancar dari kegiatan doa bersama yang digelar oleh masyarakat Kecamatan Plupuh di Masjid Al Hidayah Dukuh Sumberejo RT 18, Desa Sambirejo, Plupuh, Kamis (17/8/2017). Doa bersama yang diprakarsai Koramil Plupuh itu menghadirkan tokoh Muspika, alim ulama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Plupuh. Turut hadir Camat Plupuh, Sumarno dan Kapolsek AKP Sunarso.

“Total ada sekitar 100an tokoh muslim di wilayah Kecamatan pluuh, ustad, penyuluh dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Plupuh sebanyak 9 orang. Juga hadir dari tokoh masyarakat di Kecamatan Plupuh,” papar Danramil Plupuh, Kapten (inf) Sudarmin.

Danramil menguraikan selain memeriahkan HUT RI, gelaran doa bersama itu juga menindaklanjuti instruksi dari pimpinan untuk serentak menggelar doa bersama bersamaan dengan momentum perayaan HUT RI. Tema yang diusung yakni Indonesia Penuh Kasih Sayang.

Ia berharap dengan doa bersama itu masyarakat Plupuh, dan Indonesia bisa menyongsong hari depan yang lebih semangat, saling menyayangi dan menghargai perbedaan sebagai sebuah kekuatan.

Para tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat Kecamatan Plupuh memakai ikat kepala bendera merah putih saat mengikuti doa bersama untuk keutuhan NKRI. Joglosemar/Wardoyo

Selepas menggelar doa, juga dilanjutkan pengajian serta tauziyah yang membawa tema menjaga keutuhan NKRI. Dalam tauziyahnya, Kepala KUA Plupuh, Aris Windarto intinya mengajak umat Islam untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa walaupun berbeda suku, bahasa maupun agama.

“Umat Islam jangan terpengaruh isu-isu berdirinya negara khilafah atau negara Islam yang dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Kita pegang dan kita jaga bentuk negara kita yaitu NKRI,” jelasnya. (Wardoyo)