JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Korban Dirampok, Dihabisi Lalu Dibuang

Korban Dirampok, Dihabisi Lalu Dibuang

856
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN– Penyidik Polres Sragen masih mengintensifkan penyelidikan untuk menguak misteri tewasnya Agus Budiono (59), sopir truk yang jasadnya ditemukan terikat dan dilakban di areal Alas Karet (Alaska) Dukuh Gondang, Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, akhir pekan lalu.

Namun secara tersirat, penyidik mengisyaratkan bahwa sopir truk asal Dusun Klutuk, Kramat Jegu, Sidoarjo, Jatim itu diduga kuat menjadi korban perampokan dan kemudian dibunuh dan jasadnya dibuang.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan saat ini pihaknya masih mengintensifkan pengembangan dan penyelidikan untuk mengusut kasus tersebut. Menurutnya, dari hasil penyelidikan, sopir malang itu terindikasi kuat memang merupakan korban pembunuhan.

Pasalnya, dari riwayat di lingkungan tempat tinggal korban dan keterangan dari pihak kerabat, korban selama ini diketahui tidak sedang bermasalah atau tidak memiliki musuh. Dugaan pembunuhan itu juga diperkuat dengan kondisi korban yang ditemukan bekas luka cekikan di leher dan kondisi tangan serta kaki yang terikat maupun mulut dilakban.

“Dugaannya memang dibunuh. Soal apakah ada motif perampokan, ini masih kita dalami. Karena korban ini memang berprofesi sebagai sopir truk,” papar Kapolres Minggu (6/8).

Sejauh ini, tim masih dikerahkan untuk melacak para terduga pelaku yang tega menghabisi nyawa korban dengan cara sadis tersebut. Ia mengatakan berdasarkan hasil olah TKP dan kondisi korban, pelaku pembunuhan memang dimungkinkan lebih dari satu.

Perihal motif pembunuhan yang disebut-sebut adalah perampokan, Kapolres hanya menyampaikan hal itu masih didalami. Ia berharap upaya ekstra dan pengembangan yang dilakukan oleh tim, bisa secepatnya mengungkap motif dan para pelaku pembunuhan terhadap korban.

“Doakan mudah-mudahan bisa segera terungkap dan tertangkap,” jelasnya.

Di sisi lain, informasi yang dihimpun Joglosemar, korban pada hari kejadian memang mengemudikan truk sendirian. Diduga kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan yang menguntit dan kemudian merampok korban. Untuk menghilangkan jejak, korban dibunuh dan kemudian jasadnya dibuang di wilayah Alas Kedawung yang memang dikenal sepi. Wardoyo