JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Korban Tewas Makin Banyak, Polda Jateng Wacanakan Cabut SIM Yang Sering Ngebut...

Korban Tewas Makin Banyak, Polda Jateng Wacanakan Cabut SIM Yang Sering Ngebut dan Kecelakaan

276
BAGIKAN
BUS ZEBRA CENDEKIA- Ketua Bhayangkari Polres Sragen, Ny Arif Budiman saat memberikan penjelasan tentang game rambu lalu lintas ke siswa-siswa TK yang hadir di atas bus Zebra Cendekia Polda Jateng di Lapangan Mapolres, Rabu (23/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Jajaran Ditlantas Polda Jateng menyampaikan saat ini kecelakaan lalu lintas menduduki peringkat ketiga sebagai pembunuh tertinggi di Indonesia. Tidak hanya skala nasional, jumlah korban tewas kecelakaan di wilayah Jateng juga diklaim sangat luar biasa.

Hal itu terungkap dalam acara Road Show Zebra Cendekia yang digelar Subdit Dikyasa Polda Jateng, di Polres Sragen, Rabu (23/8/2017). Kasubdit Dikyasa Ditlantsa Polda Jateng, AKBP Indra Kurniawan mengungkapkan dari tren terkini, kasus kecelakaan lalu lintas terus meningkat dan saat ini menjadi perenggut korban tertinggi ketiga setelah penyakit Jantung.

Padahal, sebelumnya, kecelakaan hanya berada di urutan ke sembilan dan kemudian menyodok ke peringkat lima dan terakhir di ranking tiga. Tidak hanya nasional, tingginya korban kecelakaan yang meninggal, juga terjadi di wilayah Jateng.

“Kalau di Sragen korbannya sekitar 119, tapi di Jateng sangat luar biasa sekali. Kita berfikirnya se-Indonesia kecelakaan ternyata sudah menduduki nomor tiga tertinggi setelah jantung. Dulu masih di posisi 9, lalu naik ke 5, sekarang 3,” paparnya di sela kegiatan.

Menurutnya dari analisa, mayoritas kecelakaan itu memang terjadi karena faktor kelalaian pengendara. Sedangkan dari segi usia, pelajar dan usia produktif mulai dari 15-45 tahun menjadi korban yang paling dominan.

Krenanya, kehadiran program Road Show Zebra Cendekia itu diharapkan bisa memberikan pemahaman dan wawasan kepada pelajar mulai dari SD hingga SMA/K tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Kemudian media game dan pengenalan sejak dini kepada anak-anak SD maupun TK, diharapkan bisa menanamkan karekter tertib berlalu lintas sejak dini pula.

“Harapan kita dengan begitu, maka angka kecelakaan bisa ditekan. Minimal mengurangi korban fatalitas. Kalau sekarang 30 orang meninggal sebulan, kalau bisa ke depan nggak ada meski itu tidak mungkin bisa,” ujarnya yang mengklaim saat ini sudah bisa menurunkan angka kecelakaan 10 persen di Jateng.

Lebih lanjut, AKBP Indra menyampaikan selain sosialisasi sejak dini, ke depan Polda akan mewacanakan pengetatan ujian SIM seperti di luar negeri. Kemudian orang-orang yang sering kecelakaan dan melanggar ketentuan, bisa jadi SIM-nya dicabut.

Sementara, giat Zebra Cendekia itu merupakan kegiatan inovasi dari Polda Jateng yang digelar secara bergilir di seluruh Polres se-Jateng. Saat ini sudah 11 kabupaten yang dikunjungi dan akan terus berlanjut. oadshow Zebra cendekia. Selain lomba mewarnai, game tata tertib lalu lintas, juga ada pembekalan safety riding dari petugas kepada pelajar jenjang menengah.

“Ke depan mungkin SIM akan dibuat seperti di luar negeri. Di Australia, Jepang itu ketika orang kecelakaan itu akan masuk data. Kalau kira-kira sering kecelakaan ijin SIM-nya bisa dicabut. Ngebut dikit langsung cabut,” tukasnya.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasatlantas AKP Dwi Erna Rustanti menyamaikan selama satu semester, jumlah korban meninggal akibat laka di Sragen mencapai 90 orang. Menurutnya sosialisasi lewat Zebra Cendekia itu merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan anak-anak sejak dini agar terbiasa tertib berlalu lintas dan tidak memaksakan naik motor karena belum cukup umur serta punya SIM. (Wardoyo)