JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Krisis Air Sejumlah Wilayah di Sragen Kian Parah, Bantuan Air Jadi...

Krisis Air Sejumlah Wilayah di Sragen Kian Parah, Bantuan Air Jadi Rebutan

244
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
REBUTAN DROPING- Belasan warga di wilayah krisis air bersih di Dukuh Kowang, Ngargotirto sempat rebutan menunggu kucuran droping dari mobil tangki Poldes Sepat yang dipimpin Kadus Mulyono, Minggu (27/8).

SRAGEN-  Krisis air bersih di sejumlah wilayah dilaporkan semakin parah. Bahkan, bantuan dari pihak ketiga yakni ormas Polisi Desa (Poldes) Desa Sepat, Masaran Minggu (27/8) jadi rebutan warga di Dukuh Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang yang sejauh ini menjadi wilayah terparah.

Pantauan Joglosemar, bantuan air bersih satu tangki yang didatangkan Poldes, langsung diserbu warga. Belasan warga yang mayoritas ibu-ibu sampai ribut dan adu mulut karena takut tidak kebagian.

“Ya begini kondisinya. Dukuh kami baru dua kali dapat bantuan. Hari ini dan dari kabupaten beberapa hari lalu niku tok. Padahal jane butuhe tiap hari. Kadang hari ini didrop, setengah hari sudah habis wong paling dapatnya hanya satu dua ember saja per rumah,” ujar Ketua RT 06, Dukuh Kowang, Wagiyo.

Ketua Ormas Poldes Sepat, Mulyono mengungkapkan ada dua tangki air bersih dari Poldes yang dibantukan ke Dukuh Kowang. Menurutnya pengiriman bantuan air bersih itu dilakukan memang sudah rutin setiap tahun mengirim air bersih ke wilayah kekeringan yang membutuhkan.

“Alhamdullah antusias masyarakat di sini sangat tinggi dan kami juga prihatin dengan penderitaan mereka yang sangat menunggu bantuan air bersih. Nanti kita agendakan terus bertahap menyesuaikan mana yang membutuhkan. Setiap hari kita jadwalkan dua tangki untuk dikirim,”
paparnya.

Selain di Kowang, menurutnya droping juga akan dikirim ke Jenar, Tangen dan Gesi. Aksi itu digalang sebagai bagian misi sosial Poldes yang selama ini juga banyak membantu masyarakat yang terkena musibah atau bencana.

“Kemarin ada kebakaran di Mondokan, kita langsung ikut bantu. Insyallah kalau masih diberi waktu dan sehat, dari tim relawan Poldes siap berangkat di wilayah bencana,” jelasnya.

Terkait problem krisis air itu, ia berharap Pemkab bisa mencari solusi dengan memperbanyak bantuan sumur Pamsimas ke wilayah kekeringan. Pasalnya, krisis air itu hampir selalu terjadi setiap tahun.

Terpisah, Kepala BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto menyampaikan sejauh ini laporan permohonan bantuan air yang masuk ke BPBD datang dari Ngargotirto, Gebang Sukodono, Ngrombo dan Dukuh Tangen serta Jenar.

Untuk Dukuh Kowang, menurutnya sudah ada dua kali droping dari Pemkab sebanyak enam tangki, dari Komunitas Ashoco Jarang Pulang tujuh  tangki dan dari Poldes.

“Kami mengimbau pemangku wilayah segera melaporkan jika di wilayahnya terjadi krisis air bersih,” pungkasnya.  # Wardoyo