JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Lagi-lagi Indekos “Bebas” Bikin Resah Warga Jebres

Lagi-lagi Indekos “Bebas” Bikin Resah Warga Jebres

224
BAGIKAN
ilustrasi. Foto : Dok

SOLO – Rumah indekos tanpa induk semang dan tanpa jam malam atau yang dikenal dengan indekos bebas kian meresahkan warga. Para pemburu indekos bebas berdalih mencari tempat yang lebih privasi.

Putri (24) mahasiswa asal Pati mengaku sengaja memilih kos campur dengan alasan lebih nyaman. Sesama penghuni tak menggubris aktivitas masing-masing. Bahkan juga tidak peduli jika ada penghuni kos yang memasukkan tamu lawan jenis ke dalam kamar.

Lantaran sering kebebasan disalahgunakan, lanjut dia, pemilik kos lantas mengeluarkan aturan agar pintu gerbang dikunci setiap jam 10 malam. Namun tak jarang ada penghuni kos yang mencari kesempatan menyelundupkan tamu lawan jenis untuk menginap.

Banyaknya mahasiswa yang mencari kos bebas memang dibenarkan Eko Hartono. Eko mengaku sudah sembilan tahun membuka jasa info kos belakang kampus Universitas Sebelas Maret.  Setidaknya ada tiga rumah indekos yang dikelolanya.

Dari pemilik indekos Eko mengaku mendapat fee antara Rp 300.000 – Rp 500.000 jika berhasil menarik satu penghuni untuk mengisi kamar. “Yang laris biasanya kos bebas. Calon penghuni biasanya juga tanya soal jam malam,” ujarnya

Tindak asusila tak jarang terjadi di lingkungan indekos bebas tanpa induk semang. Tarno (45) warga RW 22 Kelurahan Jebres mengungkapkan, selama ini banyak anak indekos yang sudah tidak peduli dengan norma kesusilaan. Misalnya membawa teman laki-laki ke dalam kamar hingga dini hari.

Hal serupa juga di sampaikan Yebe (23) mahasiswa asal bekasi. Ia mengaku kerap memergoki mahasiswa dan pasangannya yang melakukan tindakan asusila di depan kos.

Yebe juga mengaku pernah menggerebek salah satu rumah indekos.“Dulu pernah digerebek, soalnya bikin resah apa lagi lokasinya dekat dengan masjid,” ungkap Yebe.

Yebe mengaku telah melaporkan tindak asusila ke Polsek setempat. Polsek menjanjikan akan merutinkan patroli dan memberikan pembinaan. Namun hingga saat ini tidak asusila di lingkungannya semakin menjadi.

#Arief Setiyanto