JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Lawan Pemecah Belah NKRI, Ribuan Warga dan Aparat Sragen Gelar Aksi Cuci...

Lawan Pemecah Belah NKRI, Ribuan Warga dan Aparat Sragen Gelar Aksi Cuci 1.000 Bendera Merah Putih

111
BAGIKAN
Ribuan masyarakat dan aparat saat berkumpul di Lapangan Mas Karebet Masaran untuk melakukan aksi massal mencuci bendera merah putih, Kamis (17/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Ancaman disintegrasi yang belakangan banyak dihembuskan pihak tak bertanggungjawab, rupanya memantik reaksi keras dari masyarakat Sragen. Tak ingin NKRI dipecah belah oleh isu-isu kilafah, ribuan masyarakat besar kecil dan berbagai elemen di Sragen menggelar aksi mendobrak semangat nasionalisme dengan aksi mencucui 1.000 bendera merah putih.

Kegiatan kolosal itu dipusatkan di Lapangan Mas Karebet di Desa Krebet, Kecamatan Masaran pukul 16.00 WIB hingga 17.15 WIB. Tak kurang dari 1.200 warga, tokoh masyarakat, aparat dan Muspika tumpah ruah memadati lapangan kebanggaan Desa Krebet itu untuk melakukan aksi massal mencuci Sang Merah Putih yang berjumlah 1.000 buah.

Kades Krebet, ANggun Mahardika dalam sambutannya mengapresiasi TNI, Polri dan segenap elemen yang ikut mendukung kegiatan mencuci 1.000 bendera itu. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeringati HUT RI sekaligus membangkitkan kembali semangat kecintaan terhadap NKRI.

“Di dalam dada kita terpatri Merah Putih. Mari kita kerja bersama dan sebagai penerus bangsa mari kita tanamkan jiwa nasionalisme menanamkan Merah Putih di dada kita. Mari kita berikan yg terbaik untuk Indonesia, kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yg kita cintai ini,” ujar Anggun berapi-api.

Sementara, Dandim 0725/Srg, Lektol (arh) Camas Sigit Prasetyo melalui Kapten Inf Suwandi mengingatkan bahwa sampai saat ini negara ini sudah menikmati kemerdekaan selama 72 tahun. Ia mengajak semua bahu membahu gotong royong untuk membangun negeri ini mengisi kemerdekaan dengan mempertahankan dan memberikan yang terbaik.

“Mari kita menjaga keutuhan NKRI. Lawan yang akan mengubah Bendera Merah Putih, mengubah ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan negara kita. Sebagai generasi penerus bangsa kita tanamkan jiwa nasionalisme kita, kita bersatu padu menjaga dan mengamankan keutuhan NKRI,” serunya.

Kapolsek Masaran, AKP Mujiono bersama Kapten Inf Suwandi saat mencuci bendera merah putih bersama ribuan warga. Joglosemar/Wardoyo

Ia juga mengingatkan kembali bahwa Indonesia sepakat bahwa Bendera Merah Putih dan Pancasila merupakan lambang negara kita dan itu merupakan harga mati jadi siapapun yang berusaha mengubahnya mari kita lawan bersama-sama.

Cinta merah putih dan NKRI

Senada, Kapolsek Masaran, AKP Mujiono mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman menekankan bahwa kemerdekaan RI diraih melalui perjuangan tumpah darah dari para pejuang dari seluruh penjuru tanah air yang berangkat dari berbeda suku, agama, ras maupun golongan. Karenanya sudah semestinya, perbedaan yang terjadi di masyarakat maupun bangsa ini, hendaknya dijadikan sebagai sebuah perekat persatuan yang mewarnai keanekaragaman potensi bangsa ini.

“NKRI harga mati. Jangan sampai kita terprovokasi oleh isu-isu yang ingin memecah belah keutuhan NKRI,” tandasnya.

Ribuan masyarakat dan berbagai elemen itu kemudian melepas 1.000 bendera dari tongkat dan mencuci di tempat yang sudah di siapkan panitia. Setelah dicuci, bendera di pasang lagi di tongkat lalu di kibarkan serentak “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72”. Wardoyo