JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Mau Nikah Malah Nyolong Burung, Kempul Terpaksa Ijab di Penjara

Mau Nikah Malah Nyolong Burung, Kempul Terpaksa Ijab di Penjara

393
BAGIKAN
Pasangan pengantin, Abdul Nggoni alias Kempul dan Tri Lestari saat melangsungkan ijab kabul di ruang Pertemuan LP Sragen, Senin (28//8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Manusia boleh berencana, tapi terkadang rencana itu pun tak selamanya berjalan mulus. Seperti nasib yang dialami pasangan kekasih Tri Lestari (19)- Abdul Nggoni alias Kempul (21), warga Dukuh Mungkung RT 01 Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo Sragen yang terpaksa harus melangsungkan pernikahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen.

Hal itu harus dilakoni mereka karena Kempul pada Juli lalu menjadi tahanan Polsek Sidoharjo lantaran tertangkap usai mencuri burung jenis love bird di Dukuh Sumberejo RT 21 Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo.

“Hari ini memang ada pernikahan antara AG, yang masih jadi tahanan kepolisian dalam kasus pencurian, tapi ditempatkan di sini (Lapas, Red) dengan calonnya,” kata Kasi BimbinganNarapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Sragen, Tutut Jemi Setiawan, Senin (28/8/2017).

Menurut Jemi, status Abdul Nggoni masih tersangka dan menjadi tahanan Polsek Sidoharjo yang dititipkan di Lapas Sragen. Pernikahan Abdul Nggoni dengan isitrinya, Tri Lestari (19), warga Kampung Cantel Kulon RT 03, Kelurahan Sragen Kulon berlangsung di ruang pertemuan Lapas Kelas IIA Sragen sekitar pukul 09.30 WIB.

Jemi menyampaikan, sebelumnya pada Jumat (25/8) lalu, pihaknya telah menerima surat dari Polsek Sidoharjo untuk minta ijin melangsungkan ijab kabul antara tersangka Abdul Nggoni dengan Tri Lestari di Lapas.

Dari pantauan di Lapas Sragen, pernikahan dipimpin oleh Fatchurrosi, penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sragen. Mempelai wanita didampingi kedua orangtua dan sejumlah kerabat. Sedangkan dari mempelai pria, tidak ada satu kerabat pun yang hadir.

Dua orang aktivis LSM dari Komite Penegak Hak Asasi Manusia (Kompak-HAM) Sragen tampak menjadi saksi dari pernikahan tersebut. Pernikahan berlangsung cukup sederhana dan dihadiri beberapa pegawai Lapas dan anggota Polsek Sidoharjo.

Sementara orangtua pengantin wanita, Supoyo (64) menuturkan, pernikahan antara putri bungsunya dengan Abdul Nggoni sudah direncanakan sebelumnya. Namun karena menantunya tersandung kasus pencurian dan ditahan polisi, pernikahan terpaksa dilangsungkan di dalam Lapas.

“Yang penting keduanya bisa menjalani,” ujarnya. Wardoyo