JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Mendadak Luluh, Ibu Muda Asal Masaran Diduga Jadi Korban Hipnotis

Mendadak Luluh, Ibu Muda Asal Masaran Diduga Jadi Korban Hipnotis

423
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN—Nasib malang menimpa Anik Andri Astuti (37), warga Dukuh Craken RT 19, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Sragen. Ibu muda yang diketahui berprofesi sebagai karyawati swasta itu mengadu ke Polsek Masaran setelah sepeda motornya disikat orang tidak dikenal.

Korban kehilangan motornya Yamaha Mio Z bernopol AD 2628 BGE yang disikat pelaku saat perjalanan dari Palur, Karanganyar. Pelaku diduga kuat juga mempengaruhi korban secara tidak wajar karena korban mendadak luluh meski sebelumnya menolak ditumpangi.

Di hadapan petugas Polsek, Senin (7/8/2017), korban menceritakan insiden itu terjadi pada Sabtu (5/8/2017) petang sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian bermula ketika petang itu tengah pulang dari Palur bersama anaknya.

Saat tengah berhenti di depan Luwes Palur, ia mendadak didatangi oleh pelaku yang mengaku adalah tetangganya dan hendak meminjam motornya sebentar.

Karena merasa tidak kenal, korban menolak meminjamkan motornya. Pelaku mencoba membujuk kembali dengan mengaku sebagai tetangganya dan kemudian berdalih hendak pulang ke Masaran dan ingin menumpang.

Entah kenapa, tak lama berselang korban mendadak luluh dan akhirnya mengizinkan pelaku untuk menumpang. Pelaku kemudian meminta diri berada di depan mengemudikan motor, sedangkan korban membonceng di belakang dengan anaknya dijepit di tengah.

Korban kemudian merasa tiba-tiba dirinya tidak ingat dan tahu-tahu sudah di dekat Lapangan Masaran, Dukuh Rejowinangun RT 15, Masaran, Sragen. Saat itu pelaku berhenti dan dengan alasan hendak ganti baju kemudian meminjam motor sebentar.

Sedangkan korban diminta menunggu di lokasi lapangan. Akan tetapi setelah ditunggu hingga malam, rupanya pelaku tak kunjung kembali. Korban dilaporkan mengalami kerugian Rp 16 juta.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran, AKP Mujiono membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, saat ini laporan itu masih didalami dan dilakukan penyelidikan.

Wardoyo