JOGLOSEMAR.CO Foto Menggelorakan Gerakan Revolusi Mental

Menggelorakan Gerakan Revolusi Mental

36
BAGIKAN
Joglosemar|Dok
Presiden, Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo (kiri) melihat tanaman padi pada kegiatan display teknologi Minapadi di Desa Trayu, Banyudono, Boyolali, Sabtu (29/10).

SOLO –  Jambore Nasional Gerakan Revolusi Mental digelar Jumat (25/8/2017) hari ini di Kota Solo. Kegiatan yang direncanakan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini diharapkan mampu menggelorakan gerakan yang mengubah cara pandang yang mengarah pada etos kerja, gotong-royong dan integritas.

Sebanyak 15.000 orang diperkirakan terlibat dalam kegiatan yang berlangsung mulai Jumat-Sabtu (25-27/8/2017) ini. Selama tiga hari di Kota Solo, Jambore Nasional Gerakan Revolusi Mental akan diisi dengan beberapa kegiatan, di antaranya rembuk nasional, pameran inovasi, pagelaran budaya dan pentas seni, apresiasi film dan foto serta karnaval revolusi mental.

Jambore Nasional Gerakan Revolusi Mental yang digelar kali ini merupakan tindak lanjut dari Inpres No. 12 tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, yang telah digaungkan Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu.

Inilah ide dasar dari digaungkannya kembali gerakan revolusi mental sebagaimana pernah digaungkan Presiden Soekarno.

Pasalnya penting  membangun jiwa merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern agar Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Ini bisa dijadikan seperti role model. Perubahan revolusi mental itu arahannya, etos kerja, gotong-royong dan integritas,” terang Direktur Jenderal (Dirjend) Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mayjend (Purn) Soedarmo.

Dalam gerakan revolusi mental itu dibagi lima gerakan, yakni Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu. Nantinya gerakan itu akan dibahas oleh para peserta dalam rembug nasional ini dengan tema-tema yang terkait dengan gerakan tersebut.

Ditambahkan, dengan gerakan ini masyarakat diminta bisa meningkat pemahaman dan kesadaran dari elemen bangsa untuk memahami serta mengimplementasikan revolusi mental.

Ini juga bisa menjadi menginspirasi dan mengembalikan sikap-sikap dan perilaku dari seluruh masyarakat Indonesia.

“Ini agar bangsa Indonesia ke depan mampu bersaing dengan negara-negara lain di era globalisasi dan modernisasi. Karena itu bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat, ” pungkas dia.

Di sisi lain, event Jambore Nasional Gerakan Revolusi Mental memberikan imbas positif pada bisnis perhotelan dan restoran di Surakarta.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Abdullah Soekarno menyebutkan dengan kapasitas hotel-hotel di Solo ini yang sudah sangat representatif untuk pasar Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) dipastikan akan mendongkrak okupansi.

“Kabarnya jumlah peserta sebanyak 7.000 lebih peserta yang merupakan pemuda bangsa. Sehingga akan banyak berpengaruh pada tingkat okupansi hotel baik bintang 3 maupun bintang 4-5,” ujarnya kepada Joglosemar, Selasa (22/8/2017).

Di Syariah Hotel Solo yang saat ini okupansi hotelnya mencapai 93 persen. Public Relation Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W mengaku permintaan kamar di tempatnya sudah mulai ramai sejak sepekan terakhir.

“Sampai dengan saat ini sekitar 330 kamar sudah ter-booking. Dan tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah karena sampai saat ini kita masih membuka reservasi,” jelas Mita.

Persiapan pun sudah dilakukan oleh Alila Solo. Event Marketing Executive Alila Hotel Solo, Tesa Pujiastuti mengatakan segala persiapan telah dipersiapkan baik akomodasi maupun pelayanan lainnya.

“Untuk 26 Agustus 2017, Ballroom kami siap untuk gelaran yang melibatkan kurang lebih 1.000 peserta Jambore Nasional Revolusi Mental dengan nyaman serta meeting berjalan dengan lancar, selain itu untuk room kami persiapkan untuk 100 peserta nantinya,” ujarnya.

Pasar MICE memang menjadi pasar yang spesial, terlebih untuk gelaran seperti Jamnas, Tesa menambah okupansi pun dapat tumbuh sekitar 50 persen. Tesa mengatakan dari 24-28 Agustus 2017 sudah full oleh tamu Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) termasuk tamu VVIP.

Selain itu, Novotel Hotel dan Ibis Style sudah dipenuhi beberapa tamu VIP dan VVIP. Public Relation Novotel dan Ibis Solo, Tiwik Widowati mengatakan dari 24-27 Agustus sudah penuh. Lama menginap rata-rata 2 hari.

“Persiapan khusus sih tidak terlalu berlebihan. Hanya saja kami menyiapkan jajanan pasar yang disediakan di dalam kamar VVIP untuk camilan. Kalau dari segi food and beverage tidak ada permintaan khusus, hanya saja mereka tetap menginginkan makanan khas Solo. Kami juga menyiapkan shuttlebus,” urainya.

#Ari Welianto | Garudea Prabawati | Sika Nurindah