Mengharukan, Tak Kuat Lihat Jasad Bapaknya, Putra Kakek Buruh Pecah Batu Langsung...

Mengharukan, Tak Kuat Lihat Jasad Bapaknya, Putra Kakek Buruh Pecah Batu Langsung Pingsan..

1127
BERI PENANGANAN- Tim SUkarelawan PMI Sragen saat membantu memberikan penanganan kepada putra Harso (70), yang pingsan melihat bapaknya sudah tewas mendadak saat bekerja memecah batu di Sambirejo, Selasa (8/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Insiden tewasnya kakek buruh pecah batu asal Dukuh Panti RT 2, Tawangsari, Kerjo, Karanganyar, Harso (70) yang ditemukan tewas mendadak di ladang tempatnya bekerja pecah batu di Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Selasa (8/8/2017) pagi memang cukup mengejutkan. Tidak hanya rekan sesama buruh, kepergian korban yang mendadak di tengah aktivitas kerja kerasnya pagi itu ternyata juga sangat memukul keluarga yang ditinggalkan.

Kedukaan itu terlihat ketika isak tangis langsung pecah begitu melihat kedatangan jenasah korban saat diantar oleh mobil ambulans oleh Tim PMI bersama BPBD Sragen ke rumah duka, Selasa (8/8/2017) siang. Begitu pintu ambulans dibuka dan jenasah kakek yang dikenal pekerja keras itu dikeluarkan, sanak keluarga langsung menyambut dengan histeris dan tangisan memilukan.

Bahkan saking tak kuat melihat bapaknya meninggal, putra korban, Agus, langsung tak sadarkan diri. Pingsannya Agus membuat kepanikan kerabat lainnya. Beruntung berkat kesigapan petugas Sukarelawan PMI Sragen yang mengantarkan jenasah korban, akhirnya Agus berhasil ditolong untuk kembali tersadar dari pingsannya.

Baca Juga :  Memilukan, Tangisan Histeris Ibu Muda Saat Temukan Suaminya Menggantung di Kandang Jerami

“Iya tadi memang mengharukan. Begitu jenasah tiba, anak korban yang namanya Agus itu langsung menangis sejadi-jadinya. Setelah itu tiba-tiba dia langsung ambruk dan tidak sadarkan diri,” ujar Koordinator Tim Sukarelawan PMI Sragen, Endro mewakili Kepala Markas PMI Sragen, Dwi Purwanto, yang memberikan penanganan kepada putra korban di rumah duka.

Endro menuturkan meski sudah terbangun dari pingsannya, Agus masih terlihat sangat kehilangan. Ia pun memaklumi mengingat selama ini korban diketahui merupakan tulang punggung keluarga dan dikenal pekerja keras dengan rela menjadi buruh pecah batu di Sragen demi menghidupi keluarganya.

“Trenyuh juga tadi melihatnya,” tuturnya.

Ya, kepergian Mbah Harso juga memberikan kesedihan di kalangan rekan-rekan sesama buruh pecah batu. Bahkan, adik kandungnya, Ngasiyono (56) yang juga berada di lokasi kejadian, sempat panik dan histeris saat melihat kakaknya sudah tergeletak lemas tanpa nafas.

Baca Juga :  Nama Gubernur Ganjar Disebut-sebut di Korupsi E-KTP, Ini Pandangan DPD PDIP Jateng Jelang Pilgub

Mbah Harso diketahui meninggal secara mendadak di ladang tempatnya bekerja pecah batu di Dawung, Sambirejo sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut adiknya, pagi itu korban memang sempat mengeluh tidak enak badan dan kemudian menepi untuk mengerik sendiri badannya.

Namun, hingga beberapa saat, korban tidak terlihat dan terdengar suaranya. Ketika dicari, ternyata korban sudah tergeletak dalam kondisi meninggal.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Hasil visum dan riwayat kesehatan, korban diduga mengalami sakit jantung. Wong sebelumnya nggak ada keluhan apa-apa, tapi tiba-tiba dia berasa seperti masuk angin. Sempat minta kerokan tapi kemudian sudah ditemukan meninggal,” ujar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sambirejo, AKP Sudira, seusai evakuasi. Wardoyo

BAGIKAN