JOGLOSEMAR.CO Foto Mengintip Aktivitas Penjual VCD Bajakan di Solo. Dulu Sampai Bayar Upeti, Kini...

Mengintip Aktivitas Penjual VCD Bajakan di Solo. Dulu Sampai Bayar Upeti, Kini Sepi Pembeli

300
BAGIKAN
Joglosemar | Yuhan Perdana
TERMAKAN ZAMAN–Salah satu penjual VCD bajakan saat melayani pembeli di jios kecilnya di perempatan Pasar Kliwon, Sabtu (5/8) malam.

Tiap malam engkau kutinggal pergi. Bukan-bukannya aku sengaja, demi kau dan si buah hati, terpaksa aku harus begini…

Lagu milik Pance Pondang yang dinyanyikan ulang oleh penyanyi dangdut asal daerah Pantura terdengar syahdu dari gerobak kaset VCD bajakan milik Budi (44).

Sambil menunggu pembeli kaset, ia duduk mendekap tangannya melawan dinginnya udara malam Kota Solo. Hampir setiap malam sejak 13 tahun lalu, ia menekuni bisnis jual beli kaset VCD, DVD, MP4, dan MP3 bajakan.

Sebuah bisnis yang kian hari kian lesu ini tetap ditekuni Budi meski zaman mungkin telah berganti. Jika dulu dalam semalam ia bisa menjual kaset hingga Rp 1 juta, kini demi Rp 400.000 saja sangatlah susah.

Keberadaan smartphone dan mudahnya akses internet gratis adalah sebuah realita zaman yang tak bisa dilawan. “Ya yang penting ada rezeki untuk anak bayar sekolah, dapur bisa tetep ngebul,” ujar Budi kepada Joglosemar belum lama ini.

Budi yang membuka lapaknya di daerah Cemani, Grogol, Sukoharjo mengisahkan, pada tahun 2004 silam dirinya memulai usaha jual beli kaset bajakan.

Ia masih ingat betul bagaimana setiap kali berjualan harus bersiap-siap melakukan dua hal, yakni membayar “upeti” kepada preman setempat dan razia polisi.

Kala itu ia masih berjualan rutin di pojok perempatan lampu merah Jalan Honggowongso Solo. Di lokasi itu, kurang lebih ia berjualan selama tiga tahun.