Merasa Bersalah, Gadis Kecil Ini Syok Berat Lihat 3 Rumah Kakeknya Ludes...

Merasa Bersalah, Gadis Kecil Ini Syok Berat Lihat 3 Rumah Kakeknya Ludes Terbakar

5190
LANGSUNG PINGSAN- Sejumlah warga dan kerabat saat memberikan pertolongan kepada cucu Pak RT Karungan, yang tiga rumahnya ludes terbakar gara-gara kelalaian lupa mematikan kompor, Selasa (1/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Musibah kebakaran hebat melanda lima rumah milik tiga warga di Dukuh Karungan RT 6, Desa Karungan, Plupuh, Selasa (1/8/2017) memang menghadirkan duka bagi tiga keluarga yang kehilangan tempat tinggalnya. Namun, diantara mereka, rasa duka paling dalam barangkali dirasakan oleh Anisa, cucu dari Pak Ketua RT yang kehilangan tiga rumahnya.

Ya, Anisa, gadis kecil yang masih duduk di bangku sekolah menengah itu mendadak langsung pingsan begitu melihat api melahap tiga rumah kakeknya tanpa ada yang tersisa. Insiden itu membuatnya histeris dan sejurus kemudian ambruk.

“Iya, tadi cucu Pak RT memang syok berat dan sempat tak sadarkan diri. Mungkin saking merasa bersalahnya, gara-gara kelalaiannya menyalakan kompor dan lupa mematikan trus ditinggal ke sawah. Tadi langsung diberikan penanganan dari tim Puskesmas, ” ujar Koodinator Tim Sukarelawan PMI Sragen, Endro saat bersama tim melakukan tugas membantu evakuasi di lokasi kejadian.

Kepedihan memang patut dimaklumi dirasakan gadis kecil itu. Bahkan meski sudah mencoba diredam dan ditenangkan oleh keluarga, tangisnya berulangkali masih pecah.

Anisa tak mengira jika niatnya menghangatkan sayur justru menjadi awal yang membuat rumah kakeknya dan dua tetangganya, hancur lebur.

Petugas pemadam kebakaran dan BPBD memadamkan sisa api yang meludeskan lima rumah warga Karungan, Plupuh, Selasa (1/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

Lima rumah yang luluhlantak itu masing-masing tiga rumah milik Pak Ketua RT 6, Dirjo Sutomo, sedangkan dua lainnya milik Suryono (40) dan milik Sugiyono (45), yang masing-masing tinggal bersebelahan dengan rumah Pak Ketua RT.

Musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut sejumlah warga, api pertama kali muncul dari arah dapur rumah Pak Ketua RT.

Kades Karungan, Joko Sunarso menguraikan usai membakar dapur, api kemudian melahap tiga bangunan rumah limasan milik Pak RT yang masing-masing erukuran 8 x 12 meter. Konstruksi rumah yang mayoritas berbahan kayu membuat api semakin tak bisa dikendalikan.

Cuaca panas dan tiupan angin kian menambah kobaran api makin menjadi. Warga dan pemilik rumah hanya bisa terpana tanpa bisa berbuat apa-apa melihat kobaran api melahap satu persatu bangunan rumah.

Kobaran api juga tanpa ampun turut melahap dua rumah disebelahnya masing-masing milik Suryono (40) yang berukuran 8 x 12 meter dan rumah Sugiyono (45) ukuran 8 x 12. Tidak ada harta atau barang yang bisa diselamatkan dari kelima rumah itu.

“Kebetulan yang dua rumah Suryono (40) dan milik Sugiyono (45) itu sangat dekat hanya gathuk gendeng dan juga sudah terbakar separuhnya. Sehingga tadi oleh warga terpaksa dirobohkan agar nggak merambat ke rumah dekatnya lagi. Kemungkinan penyebabnya kompor lupa
dimatikan sehingga api membakar selang regulator dan membuat tabung gas elpijinya meledak. Cucunya Pak RT memang sempat syok,” tuturnya.

Camat Plupuh, Sumarno yang langsung terjun melakukan pengecekan, api muncul dari ledakan kompor yang ada di dapur Pak Ketua RT. Berdasarkan keterangan korban, api berasal dari kompor yang lupa dimatikan saat dipakai untuk menghangatkan sayur.

“Ceritanya tadi anaknya itu ngenget jangan (menghangatkan sayur). Setelah kompor dinyalakan, lupa dimatikan dan langsung ditinggal ke sawah. Tahu-tahu warga sudah dikejutkan api yang berkobar
dari arah dapur Pak Ketua RT. Lalu membesar membakar tiga rumahnya dan dua rumah di sebelahnya. Karena nggak bisa dipadamkan akhirnya ada warga yang menghubungi pemadam kebakaran,” paparnya.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi mengatakan berdasarkan laporan dari hasil pendataan, musibah kebakaran lima rumah itu tidak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 300 juta. Rinciannya tiga rumah beserta isinya milik Pak Ketua RT 200 juta, kemudian dua rumah tetangganya masing-masing kerugian Rp 50 juta.

Proses evakuasi sendiri melibatkan PMI, Polsek, Polres, BPBD dan unsur lainnya. Wardoyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR