JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Nah, Ketahuan Positif Narkoba, 23 Napi di LP Sragen Dijebloskan ke Sel...

Nah, Ketahuan Positif Narkoba, 23 Napi di LP Sragen Dijebloskan ke Sel Isolasi

300
BAGIKAN
Petugas LP Sragen saat memusnahkan barang bukti puluhan HP serta barang terlarang yang disita dari dalam sel napi, di halaman LP Sragen, Jumat (31/3/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Otoritas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen menjatuhkan sanksi kepada sedikitnya 23 narapidana karena kedapatan positif narkoba dan di kamarnya ditemukan handphone (HP). Mereka dijatuhi sanksi dijebloskan ke sel isolasi selama enam hari sebagai
bentuk hukuman atas pelanggaran tersebut.

Penegasan itu disampaikan Kepala LP Kelas II A Sragen (Kalapas), Rudy Djoko Sumitro, Jumat (18/8/2017). Kepada wartawan ia mengungkapkan mereka yang dijatuhi sanksi itu terdiri dari 16 napi kasus narkoba pindahan dari LP Solo beberapa waktu lalu. Kemudian ada 4 napi merupakan pindahan dari LP Boyolali yang baru saja masuk ke LP Sragen. Selain
itu ada 3 napi lainnya yang juga mendapatkan sanksi serupa lantaran
kedapatan ada HP di dalam kamar bloknya.

“Kebetulan yang kemarin pindahan dari Solo itu ada 17 orang, 16 diantaranya positif. Yang pindahan dari Boyolali dari 7 napi, empat orang juga positif waktu dites urine oleh BNN dan Polda kemarin. Mereka semua sudah kami sanksi dimasukkan sel isolasi enam hari,” paparnya.

Khusus untuk temuan HP, Rudy menguraikan alat komunikasi itu ditemukan di blok D atau sel penghuni napi kasus narkoba. Meski mereka mengelak bahwa itu HP miliknya, namun aturan LP sudah ditetapkan bahwa jika ada temuan HP di kamar maka napi penghuninya akan dijatuhi sanksi.

Hukuman tambahan dimasukkan sel isolasi itu diberikan untuk napi yang positif narkoba agar menjadi efek jera bagi mereka. Penempatan sel isolasi juga untuk mencegah mereka mempengaruhi atau menawarkan ke napi lainnya.

“Karena biasanya kalau sudah makai begitu, suka ditawarkan ke teman-teman lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa 20 napi yang positif narkoba itu memakainya saat berada di LP asal mereka. Ia memastikan kalau di LP Sragen, sejauh ini sudah dinyatakan zero yang dibuktikan dengan hasil tes urine yang tidak ditemukan adanya napi positif.

Untuk temuan HP, sudah dikoordinasikan lebih lanjut oleh BNN maupun Polda Jateng. Saat ini hal itu masih didalami dan akan dikomunikasikan ketika ada hal-hal yang mengkhawatirkan. Hukuman isolasi enam hari itu, nantinya bisa ditambah apabila napi yang bersangkutan masih mengulangi perbuatannya.

“Kalau sudah 3 kali, ya mohon maaf mereka berarti minta dipindahkan ke
Nusakambangan,” tandasnya. (Wardoyo)