JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ngeri, Disambar Kereta Api 360 Ton, Jasad Kakek Asal Kerjo Ini Sungguh...

Ngeri, Disambar Kereta Api 360 Ton, Jasad Kakek Asal Kerjo Ini Sungguh Mengenaskan

2234
BAGIKAN

EVAKUASI KORBAN- Tim Polsek Masaran bersama tim PMI Sragen saat melakukan evakuasi jasad kakek asal Karanganyar yang tewas tersambar kereta api BBM di wilayah Karangnmalang, Masaran, Rabu (16/8/2017) malam. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kecelakaan maut di jalur perlintasan kereta api terjadi di wilayah Dukuh Bekon RT 1, Desa Karangmalang, Masaran, Rabu (16/8/2017) malam pukul 19.00 WIB. Seorang kakek bernama Sudarno (66), warga Dukuh Belukan RT 5, Desa Kuto, Kecamatan Kerjo, Karanganyar ditemukan tewas mengenaskan setelah disambar kereta api BBM yang melintas.

Jasad kakek yang diketahui berprofesi sebagai petani itu ditemukan tergeletak di tepi rel dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan, kondisinya sangat mengenaskan dengan luka-luka di bagian kepala.

Penemuan jasad korban diketahui pertama kali dari laporan petugas keamanan KA, Saryanto (37) yang bertugas di Masaran. Sebelumnya ia mendapat laporan dari masisnis kereta api BBM bertonse 360 ton dengan no KA 2618, Anggoro, bahwa ada seorang pria yang disambar oleh keretanya di wilayah Bekon, Karangmalang.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan bersama tim Polsek Masaran dan PMI. Setiba di lokasi, ternyata korban sudah ditemukan dalam kondisi tewas dalam posisi tengkurap di sebelah utara rel. Melihat jasad tersebut, tim PMI bersama Polsek langsung mengevakuasi dan membawanya ke RSUD Dr Soehadi Prijonagoro Sragen, untuk dilakukan visum.

“Setelah dievakuasi, kemudian dibawa ke RSUD. Kondisinya sudah meninggal,” papar Koordinator Tim Sukarelawan PMI, Endro.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran, AKP Mujiono menguraikan sesaat setelah mendapat laporan, timnya langsung diterjunkan untuk melakukan olah TKP dan membantu evakuasi. Dari olah TKP, tidak ditemukan tanda kejanggalan sehingga menguatkan bahwa kejadian itu memang musibah dimana korban tersambar kereta api saat berada di dekat perlintasan.

“Kereta melaju dari arah Solo. Kalau korban tidak tahu persis dari arah mana. Berdasarkan keterangan pihak keluarga tadi malam saat di RSUD, korban ini memang sudah mengalami pengurangan daya ingat. Kadang keluar rumah sendiri tapi bingung mau pulang. Kalau indikasi depresi atau tekanan ekonomi sepertinya tidak ada,” jelas AKP Mujiono.

Kapolsek menambahkan sesaat setelah kejadian, pihaknya langsung berinisiatif mencari dan menghubungi keluarganya. Karena tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan, jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo