JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Orangtua Terdakwa Diksar Mapala UII Menangis di Persidangan

    Orangtua Terdakwa Diksar Mapala UII Menangis di Persidangan

    58
    BAGIKAN
    SIDANG LANJUTAN—Dua terdakwa, M Wahyudi dan Angga Septiawan menjalani sidang lanjutan kasus diksar Mapala UII di PN Karanganyar, Rabu (24/5). Foto : Satria UTama

    KARANGANYAR—Orangtua terdakwa pelaku tindak kekerasan dalam diksar Mapala UII XXXVII yang merenggut tiga nyawa mahasiswa baru, menangis di hadapan sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Rabu (23/8/2017).

    Sementara, saksi meringankan yang dihadirkan kuasa hukum terdakwa sempat mengakui ada pemukulan, tapi tidak mengetahui pasti apakah kedua terdakwa ikut memukul.

    Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Mujiono tersebut, dengan agenda mendengarkan saksi meringankan yang diajukan oleh tim kuasa hukum dua terdakwa.

    Sidang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan empat orang saksi meringankan yang diajukan tim kuasa hukum terdakwa. Mereka masing-masing Tomy Afif (peserta diksar), M Fahrul Abdullah, Nur Kamin (orangtua terdakwa Angga Septiawan), dan M Awaluddin (orangtua terdakwa M Wahyudi).

    Di hadapan majelis hakim, saksi Tomy Afif mengakui ada pemukulan yang dilakukan oleh tim operasional pada saat diksar.

    Hanya saja, Tomy tidak mengetahui siapa yang melakukan pemukulan. Ketika ditanya apakah kedua terdakwa itu juga ikut melakukan pemukulan, Tomy menjawab tidak mengetahui.

    “Memang ada pemukulan. Tapi saya tidak tahu siapa yang melakukan pemukulan. Saya juga tidak mengetahui apakah kedua terdakwa ikut melakukan pemukulan atau tidak,” ujarnya.

    Sementara itu, kedua orangtua terdakwa yang memberikan keterangan di depan majelis hakim, yakni Nur Kamin dan M Awaluddin meminta kepada majelis hakim bersikap adil dalam memutus perkara ini. Bahkan M Awaluddin tidak kuasa menahan tangis saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

    “Saya sadar bahwa ini adalah musibah. Saya berharap kepada majelis hakim untuk mengadili kasus anak saya ini dengan seadil-adilnya,” ujarnya sambil tangis.

    Menanggapi permohonan itu, Ketua Majelis Hakim Mujiono mengatakan, akan bersikap adil sesuai dengan fakta yang ada di persidangan. “Kami majelis hakim tentu akan memutus perkara ini dengan seadil-adilnya,” katanya.

    Sementara itu, kuasa hukum dua terdakwa, Achiel Suyanto menghadirkan 25 saksi meringankan serta tiga orang ahli. Ia akan berupaya melakukan pembelaan secara maksimal dan berharap keterangan saksi yang dihadirkan bisa menjadi pertimbangan majelis untuk meringankan hukuman terdakwa

    Dalam kesempatan tersebut, Achiel juga mengaku kecewa dengan UII yang telah bersikap tidak adil  dan tidak memberi perhatian kepada kedua terdakwa dan keluarganya.

    “Kami kecewa dengan UII yang hanya melihat kasus ini dari sudut pandang korban saja. Kedua terdakwa ini juga kan mahasiswa UII. Seharusnya mereka bersikap bijak dan adil. Kasus ini harus dicari penyebabnya, dan tidak semata-mata perbuatan terdakwa,” tandasnya.

    Di sisi lain, tim jaksa penuntut umum (JPU) menilai  kehadiran orangtua terdakwa dalam kasus ini tidak ada korelasinya. Orangtua terdakwa, menurut JPU, tidak menerangkan fakta yang ada.

    Meski demikian, keterangan orangtua terdakwa ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menjatuhkan tuntutan.

    Wardoyo