JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Paguyuban Sopir Angkot Sragen Nilai Penertiban Bentor Setengah Hati. Begini Kata Polisi

Paguyuban Sopir Angkot Sragen Nilai Penertiban Bentor Setengah Hati. Begini Kata Polisi

157
BAGIKAN
DEMO BENTOR—Puluhan pengemudi angkot 01 jurusan Sragen-Pilangsari menggelar aksi memprotes ketidaktegasan aparat yang membiarkan bentor beroperasi di jalur utama, sehingga memicu ketegangan di Mapolres Sragen, Jumat (16/6/2017). Foto : Wardoyo

SRAGEN– Paguyuban sopir angkutan kota (angkot) 01 yang bertrayek di Sragen Kota, mempertanyakan keseriusan kepolisian dalam menindak dan membersihkan semua kendaraan becak motor (bentor) dan becak disel (bendis). Pasalnya sejak instruksi dari Korlantas Polri dan Polda Jateng diturunkan hampir dua pekan silam, mereka melihat hingga kini keberadaan bentor masih marak beroperasi di wilayah kota dan nyaris tanpa tindakan.

Ketua Paguyuban Pengemudi Angkot jalur 01, Samiyo menyayangkan belum adanya penindakan tegas terhadap bentor maupun bendis tersebut. Padahal menurutnya selain melanggar aturan dan perundang-undangan, instruksi dari Polda juga sudah tegas meminta semua aparat kepolisian di daerah menertibkan dan membersihkan bentor.

Ia justru menilai penertiban yang dijanjikan oleh kepolisian sepertinya hanya setengah hati. Hal itu ditunjukkan dengan masih leluasanya operasional bentor meski instruksi sudah jelas bahwa bentor harus ditertibkan dan dilarang beroperasi.

“Sampai sekarang nyatanya masih banyak bentor beroperasi di kota dan belum ada satu pun yang ditindak. Kami enggak habis pikir, padahal yang mengeluarkan instruksi itu Polda dan Korlantas. Terus kami mau berharap ke siapa lagi, padahal yang punya wewenang menertibkan hanya kepolisian,” paparnya Jumat (25/8/2017).

Atas kondisi itu, ia mewakili awak angkot jalur kota, sangat berharap kepolisian bisa lebih konsisten dalam menindaklanjuti instruksi penertiban bentor. Pasalnya jika dibiarkan tanpa penindakan, justru dianggap memberi sinyal melegalkan.

Selain penegakan aturan, diakuinya, kehadiran bentor selama ini banyak merugikan pengemudi angkot jalur kota. Sejak kemunculan bentor, pendapatan sopir angkot menurun hampir 50 persen sejak beberapa tahun terakhir.

Menyikapi hal itu,Kasatlantas Polres Sragen AKBP Dwi Erna Rustanti melalui KBO Laka Iptu Mashadi mengakui untuk becak disel di wilayah kota, sejauh ini memang belum dilakukan penertiban. Berdasarkan hasil rapat, untuk sementara bentor di wilayah kota masih diberi toleransi untuk beroperasi namun dilarang melintas di jalur utama jalan raya Sukowati.

“Tapi kalau becak yang dari motor dipotong atau bentor, akan kita garuk. Namun yang becak disel harus pelan-pelan dan nggak bisa langsung dibersihkan. Karena juga kaitannya dengan urusan perut. Pelan-pelan tetap kita bersihkan tapi jangan sampai menimbulkan gejolak,” terangnya.

Sebelumnya, Kasubdit Dikyasa Ditkantas Polda Jateng, AKBP Indra Kurniawan menegaskan secara aturan, bentor, bendis atau kereta kelinci itu memang tidak diperbolehkan dan harus ditertibkan karena tidak melalui uji tipe.

“Jangan berfikir itu masalah perut saja. Semuanya kita bekerja untuk cari makan. Tapi kita juga harus berfikirnya keselamatan. Jangan udah kejadian baru kita bertindak, tidak boleh begitu. Kita antisipasi dulu biar itu tidak terjadi,” tukasnya. (Wardoyo)