JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pameran Foto Kebangsaan Jambore Revolusi Mental

Pameran Foto Kebangsaan Jambore Revolusi Mental

31
BAGIKAN
Joglosemar | Taufik Renaldi
MELIHAT PANERAN – Salah seorang pengunjung tengah melihat pameran foto di Gelanggang Pemuda Bung Karno, Jumat (25/8).

Gelanggang Pemuda Bung Karno menjadi salah satu venue dalam gelaran Jambore Nasional Gerakan Revolusi Mental, Jumat-Minggu (25-27/8). Ketika memasuki area ini pengunjung akan dimanjakan dengan deretan foto-foto yang unik dan inovatif.

Berbentuk seperti labirin, venue pameran foto ini menjadi hal yang unik dari rangkaian acara Jambore Nasional Revolusi Mental di Manahan Solo. Foto-foto yang ditampilkan merupakan potret pelaksanaan revolusi mental yang terjadi di masyarakat. Gambaran Indonesia dalam kebhiekaan dan persatuan yang rukun dan damai.

Foto yang dipamerkan ini merupakan hasil dari lomba foto dan komik strip dengan tema revolusi mental yang diadakan 2016 dan 2017. Tidak hanya hasil masyarakat yang terpampang di pameran ini, terdapat juga foto yang berasal dari Kemenko PMK, Kemenko Maritim, dan Progam Peduli.

“Bagaimana masyarakat menerjemahkan Revolusi Mental itu sendiri kami pamerkan,” ujar M Ikhwan, Penanggung jawab pameran foto ketika di temui Joglosemar, Jumat (25/8).

Staf Kemenko Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK) ini menjelaskan gerakan revolusi mental berfokus pada perubahan gaya hidup, cara kerja dan cara bersosialisasi sehingga masyarakat Indonesia dapat kembali ke tiga inti pokok yaitu integritas, etos kerja dan gotong royong. “Ketiga hal ini sudah berkurang maka dengan adanya pameran ini dapat menjadi cambuk perubahan yang positif dan dapat dibuktikan dengan foto-foto yang merupakan bukti nyata Revolusi Mental di masyarakat,” ujarnya.

Pada pembukaan kemarin venue ini masih terbilang sepi pengunjung. Salah satu pengunjung yang ditemui Joglosemar, Tasya terlihat antusias melihat-lihat foto. Sesekali dengan ponsel di tangannya ia berselfie bersama dengan background foto di belakangnya.

“Kesannya inovatif banget. Buat gerakan-gerakan seperti ini yang menggunakan Revolusi Mental di Indonesia harus diadakan demi kemajuan bangsa dan peduli dengan bangsa,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat menerapkan apa yang dicontohkan melalui foto yang dipamerkan. Misal terdapat foto membuang sampah pada tempatnya, tertib berlalu-lintas, menaati tata tertib.

# Taufieq Renaldi