JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Pemkab Wonogiri Siapkan Dana Rp 165 M untuk Atasi Permasalahan Klasik Ini

Pemkab Wonogiri Siapkan Dana Rp 165 M untuk Atasi Permasalahan Klasik Ini

104
BAGIKAN
ilustrasi

WONOGIRI-Untuk mengatasi permasalahan bencana kekeringan dan krisis air bersih di wilayah Wonogiri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mengupayakan solusi permanen. Di antaranya adalah pengangkatan sumber air sungai bawah tanah.

Salah satu sumber air yang di-gadang-gadang mampu menyuplai kebutuhan air bersih adalah Banyutowo. Debit air dari sumber di dekat pesisir pantai Paranggupito itu mencapai 800 liter per detik.

Namun pemanfaatan sumber air sungai bawah tanah Banyutowo di Desa/Kecamatan Paranggupito membutuhkan biaya yang sangat besar. Dana yang diperlukan untuk mengangkat dan mendistribusikan air secara maksimal sampai ke permukiman ditaksir mencapai Rp 165 miliar.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan, karena dana yang dibutuhkan sangat besar, pihaknya akan mengusulkan pendanaannya kepada pemerintah pusat. Untuk lebih memastikan pengangkatan sumber air tersebut, dia menyatakan perlunya diadakan survei lebih lanjut.

“Yang jelas harus disurvei dulu,” kata Bupati, Selasa (15/8/2017).

Di sisi lain, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk mengatasi kekurangan air bersih tahun ini. Pihaknya akan secara rutin mengalokasikan anggaran untuk kekeringan.

“Tahun ini sekitar Rp 2 miliar. Tahun depan saya pastikan minimal sama dengan tahun ini,” sebut Bupati.

Sebagian anggaran tahun ini rencananya digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan salah satu luweng (mulut sungai bawah tanah) di Kecamatan Paranggupito. Diperkirakan dana sekitar Rp 1,8 miliar dialokasikan untuk keperluan tersebut.