JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Mutasi Puluhan PNS Pekan Depan, Ini Penjelasan Walikota

Pemkot Mutasi Puluhan PNS Pekan Depan, Ini Penjelasan Walikota

108
BAGIKAN
Joglosemar – Insan Dipo Ferdias
Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo

SOLO – Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo akan melakukan mutasi kepada puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, 24 Agustus 2017 mendatang. ASN yang dimutasi merupakan hasil evaluasi kinerja sejak awal tahun lalu.

“Sudah selesai evaluasinya. Ini tinggal menunggu pelantikan saja, ada puluhan ASN yang dimutasi,” terang Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan saat ditemui usai upacara bendera memperingati HUT ke-72 RI di Stadion Sriwedari, Kamis (17/8/2017).

Hanya saja Rudy, enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai ASN yang akan dimutasi. Mutasi sekaligus dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan lantaran ditinggal pensiun pejabatnya.

“Yang jelas itu merupakana hasil evaluasia selama satu semester ini, itu meliputi kinerja, disiplin, ataupun penyerapan anggaran. Yang jelas ditunggu saja siapa-siapa yang di mutasi, kalau ada yang bocor berati bukan surprise. Kisi-kisinya yang pensiun itu diisi dan hasil evaluasi,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Yulistianto mengatakan pengisian jabatan kososng menjadi hal utama dalam mutasi. Ada sekitar 40 jabatan yang saat ini kosong.

“Jabatan yang kosong itu kebanyakan di eselon tiga dan empat, harus segera diisi,” ungkapnya.

Selain itu mutasi juga didasarkan pada hasil evaluasi yang telah dilakukan Pemkot. Budi mengatakan sejauh ini banyak ASN yang sudah dipanggil Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) terkait kinerjanya.

”Bahkan ada yang diberi surat peringatan (SP), seperti bolos tidak masuk empat hari, izin tidak apel beberapa hari atau yang lainnya. Yang jelas disiplin ASN itu kita jalankan, banyak selama ini yang sudah kita panggil untuk dimintai keterangan,” paparnya.

Ditambahkan, evaluasi itu dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan ASN yang profesional dalam melayani masyarakat. Karenanya tindakan indisipliner seperti terlambat masuk kerja maupun tidak ikut apel menjadi salah satu bahan penilaian kinerja.

#Ari Welianto