JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Solo Minta Bank Tambah Alat E-Parkir

Pemkot Solo Minta Bank Tambah Alat E-Parkir

31
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PARKIR ELEKTRONIK—Warga memanfaatkan fasilitas parkir elektronik di Pasar Singosaren, Solo, Senin (28/8).

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mendorong agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai pihak ketiga pengelolaan e-parkir menambah alat parkir elektronik (e-parkir) di Koridor Jalan Gatot Subroto (Gatsu). Penambahan alat ini diharapkan bisa menarik minat warga agar mau memakai e-money saat parkir di kawasan tersebut.

“Memang banyak warga enggan memakai e-money. Tapi kita tetap akan memanfaatkan itu dan mencarikan solusi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Hari Prihatno, Senin (28/8).

Selama ini baru ada dua alat untuk penerapan e-money. Menurut Hari jumlah itu harus segera ditambah khususnya di sepanjang koridor Gatsu, yakni di sekitar Singosaren sisi barat untuk motor dan sisi timur untuk mobil. Hari mengakui kalau hanya dua mesin jelas tidak optimal dan tanggung. Karenanya BRI diminta untuk secepatnya menambah mesinya.

Selain itu pihaknya meminta agar BRI menjual kartu e-money tidak terlalu mahal tapi sesuai dengan nominalnya. Jika mahal masyarakat akan keberatan dan memilih tidak membeli. “Harus segera ditambah alatnya, informasi yang saya terima dalam waktu dekat ini. Rencananya itu ada tujuh alat dan tiap 50 meter akan diberi mesin e-parkir. Jadi masyarakat bisa mudah saat mau membayar,” kata dia.

Selain penambahan mesin e-parkir, Pemkot akan gencar melakukan sosialisasi secara intens sistem e-parkir. Hari menyebut, salah satunya dilakukan dengan memasang spanduk dan menerjunkan petugas langsung ke lapangan. “Sosialisasi ke warga akan terus kita lakukan.  Ini tengah kita siapkan, yang jelas tahun ini sudah bisa berjalan maksimal,” imbuhnya.

Sekadar diketahui sistem e-parkir diterapkan dengan mengubah pembayaran cash ke e-money. Untuk teknis pembayarannya, pengunjung harus menempelkan kartu e-money pada mesin EDC kemudian akan keluar struk sebagai bukti pembayaran. “Kita sepakat memakai ini dan ke depan akan ditambah di lokasi-lokasi lain,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dishub Surakarta, M. Usman mengatakan evaluasi penerapan e-parkir terus dilakukan. Karena banyak persoalan yang menjadi bahan evaluasi, seperti petugas parkir takut pulang tidak membawa uang tunai. “Alasan para petugas parkir setempat beraneka ragam, secepatnya akan melakukan interview kepada setiap petugas parkir.

Ditambahkan, akan gencar melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap petugas parkir dan masyarakat untuk e-parkir dengan e-money. Penerapan e-parkir diharapkan bisa memelihara kepercayaan masyarakat terhadap Pemkot Solo melalui transparansi penarikan retribusi. “Selain itu, untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot. Dengan ini mengantisipasi adanya penyelewengan anggaran,” pungkasnya.

#Ari Welianto