JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Pengembangan Industri Kue Terkendala Minimnya Peralatan

Pengembangan Industri Kue Terkendala Minimnya Peralatan

43
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto
MINIM PERALATAN- Sejumlah remaja putra mengolah adonan sebelum dicetak menjadi aneka kue kering di Dukuh Nguter RT 2 RW 4, Desa/Kecamatan Nguter, Jumat (18/8/2017).

SUKOHARJO– Puluhan remaja di Dukuh Nguter RT 2/RW 4, Desa/Kecamatan Nguter sekitar dua tahun belakangan ini serius menekuni usaha pembuatan aneka kue. Namun pengembangan industri tersebut terkendala minimnya peralatan.

“Saat ini produksi Alhamdulillah berjalan terus. Setiap hari memproduksi, meskipun masih ada kendala yang kami hadapi,” ungkap pembina sekaligus pelatih perajin kue Nguter, Sugiyatmi, kepada Joglosemar, Jumat (18/8/2017).

Kendala yang dimaksud adalah sisi peralatan. Jumlah peralatan yang dimiliki kelompok perajin kue Nguter masih terbilang minim. Misalnya, oven atau alat pemanggang kue yang baru berjumlah lima buah.

“Kelompok kami ada enam grup, per grup ada delapan remaja. Kalau mau menggunakan oven harus bergantian. Demikian pula untuk peralatan lainnya,” ujar Sugiyatmi.

Menurut perempuan yang pernah bertugas di Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri ini, ketika jumlah peralatan memadai, proses produksi bisa lebih lancar. Dengan demikian bisa melayani semua permintaan yang saat ini terus mengalir. Pihaknya mengaku sangat respek ketika ada bantuan peralatan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, produk kue warga yang diberi label Permata tersebut meliputi nastar, kastangel, lidah kucing, chochochip, serta sejumlah kue kering lainnya. Uniknya, pembuat aneka kue itu bukan kalangan ibu rumah tangga, melainkan para remaja. Lebih menarik lagi, sebagian besar di antaranya merupakan remaja putra.