Penyaluran Kredit BPR Semester Satu Tumbuh Positif, Naik Lebih Dari 10 Persen

Penyaluran Kredit BPR Semester Satu Tumbuh Positif, Naik Lebih Dari 10 Persen

12
ilustrasi

SOLO – Capaian penyaluran kredit Bank Perkreditan rakyat (BPR) di wilayah eks Karesidenan Surakarta mengalami peningkatan pada semester 1 tahun ini. Hal ini tak lepas dari optimalisasi optimalisasi pelayan serta produk yang diberikan.

Direktur BPR Bekonang sekaligus Ketua Perbarindo Solo Raya, Azis Soleh mengatakan penyaluran kredit BPR pada semester 1 2017 mengalami kenaikan dibandingkan semester 1 tahun lalu. Kenaikan mencapai lebih dari 10 persen.

“Kenaikan sudah nampak pada bulan Mei sampai Juli ini, dengan target awal 17 persen, dan realisasi terpenuhi,” ujarnya kepada Joglosemar, Senin (7/8/2017).

Aziz mengatakan BPR Bekonang untuk penyaluran kredit 95 persen untuk modal kerja dan sisanya 5 persen untuk konsumtif. Sementara itu ia mengharapkan tren positif juga terjadi di semester 2.

Baca Juga :  Pengembangan Industri Kue Terkendala Minimnya Peralatan

“Yang penting BPR selalu mengedepankan pelayanan, cepat dan efektif. Bekerja sesuai prosedur dari OJK (otoritas jasa keuangan, red), dan menjaga NPL (nonperfoming loan, red)tetap di bawah 5 persen,” pungkasnya.

Sehingga, lanjut Aziz, BPR akan tetap dapat bersaing dan dipercaya masyarakat. Walaupun adanya program KUR yang dikeluarkan bank umum dengan bunga rendah, tetap tidak melemahkan langkah BPR.

“BPR tetap hadir dekat ke masyarakat, dan sedikit bersolek salah satunya dengan mengeluarkan produk one day servis, jemput bola dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu BPR Guna Daya Solo pun juga berupaya meluaskan penetrasi pasar dengan menurunkan bunga kredit menjadi 0, 49 persen per bulan dari sebelumnya 1 persen. Hal tersebut seperti yang dikatakan Arry Mardiyanto, Direktur BPR Guna Daya Solo.

Baca Juga :  Begini Semarak Perayaan HUT ke-72 RI di Lorin Group

“Untuk mendongkrak kredit, kami gelar promo bunga 0,49 persen per bulan,” katanya. Animo untuk produk ini cukup besar. Penyaluran fokus kepada UMKM dan pengusaha kecil.

Dijelaskan dia, kredit tersebut bisa digunakan untuk semua hal atau multiguna. Mulai keperluan konsumtif sampai modal usaha. Dalam penyaluran kredit bulan Juni baru tercapai 6 persen dari akhir tahun 20 persen.

“Hal ini karena ada penawaran dari bank umum KUR yang murah. Selain itu tantangan selanjutnya yakni terdampak adanya pergerakan ekonomi yang melambat,” kata dia.

#Garudea Prabawati

BAGIKAN