JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen PK Sukses, Terpidana Korupsi Bansos Sragen Ini Dapat Keringanan RP 2 Miliar...

PK Sukses, Terpidana Korupsi Bansos Sragen Ini Dapat Keringanan RP 2 Miliar Dari MA

218
BAGIKAN
Kasie Pidana Khusus Kejari Sragen, Adi Nugraha. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Terpidana perkara korupsi pengadaan perangkat multimedia di sekolah-sekolah Sragen dari dana bantuan sosial (Bansos) APBD Propinsi Jateng tahun 2008, Eko Wijiyono, mendapat angin segar. Mahkamah Agung (MA) resmi mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasinya terutama soal kewajiban uang pengganti kerugian negara (PKN).

Dalam putusannya, MA membatalkan putusan kasasi yang sebelumnya membebankan terpidana untuk membayar PKN sebesar Rp 2,173 miliar. Namun, Eko yang kini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen itu tetap dibebankan membayar denda sebesar Rp 200 juta dan biaya perkara.

Putusan PK itu diungkapkan Kajari Sragen, Herrus Batubara melalui Kasie Pidana Khusus, Adi Nugraha, Minggu (27/8/2017). Kepada Joglosemar, Adi menyampaikan putusan PK dari MA atas perkara Eko Wijiyono sudah diterima Kejari. Menurutnya, dalam putusan itu, MA mengabulkan keberatan yang diajukan terpidana terkait PKN.

Uang pengganti PKN sebesar Rp 2,173 miliar yang sebelumnya dibebankan pada Eko dan mantan Dosen Akademi Statistik Muhammadiyah Semarang, Imam Santoso, dibatalkan dan akhirnya dibebankan kepada tersangka utama sekaligus politisi PAN DPRD Jateng, Reza Kurniawan.

“Putusannya sudah turun. Kerugian negara Rp 2,173 miliar yang sebelumnya dibebankan kepada EW selanjutnya dibebankan kepada terdakwa utama, RK. Namun EW tetap dibebani denda Rp 200 juta dan biaya perkara. Untuk dendanya kemarin sudah dibayar,” papar Adi.

Selain keringanan hasil PK, Eko juga tengah dalam proses untuk mendapat surat keterangan sebagai justice collaborator (JC) dari Kejari. Menurut Adi, JC itu diberikan karena saat penanganan kasus berjalan, yang bersangkutan dianggap kooperatif dan mau berperan membantu untuk pengungkapan kasus tersebut.

Eko sendiri divonis 4 tahun penjara dan sudah menjalani hukumannya di LP Sragen. Bahkan yang bersangkutan dikabarkan bakal segera mendapatkan pembebasan bersyarat. Kepala LP Kelas II A Sragen, Rudy Djoko Sumitro menyampaikan Eko berpeluang segera mendapat pembebasan bersyarat karena sedang proses remisi dan dalam proses penerbitan keterangan sebagai JC dari Kejari. Wardoyo