JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polisi Bongkar Sindikat Bandar Obat Terlarang di Sragen Utara dan Selatan, 21.500...

Polisi Bongkar Sindikat Bandar Obat Terlarang di Sragen Utara dan Selatan, 21.500 Pil Koplo Disita

6991
BAGIKAN
BANDAR OBAT TERLARANG—Tiga tersangka bandar dan pengedar jaringan peredaran obat terlarang jenis pil koplo diamankan berikut 21.500 butir pil yang disita dalam penggerebekan, Rabu (23/8). foto : WArdoyo

SRAGEN—Jajaran Satres Narkoba Polres Sragen kembali membongkar jaringan peredaran obat terlarang yang beroperasi di wilayah Sragen utara dan Sragen selatan. Sebanyak tiga bandar sekaligus pengedar diamankan dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan Rabu (23/8/2017).

Dari ketiga tersangka, tim menyita barang bukti dalam jumlah cukup fantastis. Total ada 21.500 butir obat terlarang jenis Trihexypenidhil dan Tramadol, serta Riklona. Ketiganya diketahui merupakan jaringan yang mengendalikan dan memasok pil koplo ke sejumlah wilayah di Sragen.

Kapolres Sragen, AKBP Arif  Budiman mengungkapkan, ketiga tersangka ditangkap secara beruntun melalui sebuah penggerebekan dan pengembangan. Mereka ditangkap secara terpisah sekitar pukul 16.30 WIB berkat informasi dari warga dan hasil pelacakan melalui metode control delivery (pengontrolan pengiriman).

Ketiga tersangka yang diringkus masing-masing bernama Heri Anang Yulianto (25) warga Dukuh Jenar RT 1 RW I, Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Tri Aristanto (26) warga Dukuh Pindi RT 15, Desa Mlale, Jenar, dan Endri Suparno (23) warga Dukuh Pengkok RT 10, Desa Dawung, Sragen.

“Jadi melalu metode control delivery, tim mengetahui ada paket pengiriman yang pemberitahuannya selalu diambil oleh penerima. Informasi ini lalu ditindaklanjuti undercover dengan menugaskan satu Polwan menyamar menjadi karyawan JNE. Dan diketahui pada hari dan jam tersebut penerima barang bermaksud mengambil paketannya yang setelah ditandatangani resi penerimaan, tersangka langsung ditangkap,” ujar Kapolres.

Dari paketan yang diambil tersangka itu, petugas menyita obat-obatan terlarang sebanyak 21.500 butir yang terdiri dari Tramadol 150 blitser berisi total 1.500 butir dan Trihex 2.000 blitser berisi semua 20.000 butir.

Juga diamankan tiga butir pil Riklona dan dua bukti slip transfer dengan nomor rekening 053401009970504 atas nama Doni Novriandi yang tertera transfer tanggal 7 Agustus 2017.

Petugas juga menyita satu buku ATM atas nama tersangka Heri Anang Yulianto, satu resi penerimaan dari JNE atas nama yang sama, serta tiga buah HP milik tersangka. Dari penangkapan Heri kemudian mengembang ke dua tersangka berikutnya, dan petugas menyita uang Rp 175.000 hasil penjualan.

“Ketiganya kita amankan karena telah menguasai dan mengedarkan obat keras yang harusnya dijual dengan resep dokter dan izin. Karena itu sangat berbahaya,” jelas Kapolres.

Sementara, Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo menambahkan, ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres berikut barang bukti.

Kepada ketiganya bakal diterapkan pasal 196 juncto pasal 197 UU No 36/ 2009 tentang kesehatan dan UU No 5/97 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Dari hasil pengembangan, dua tersangka lainnya yakni Tri dan Endri diketahui turut berperan mendanai dan mengedarkan alias sebagai bandar sekaligus pengedar di lapangan. “Saat ini semua sudah diamankan di Mapolres untuk proses hukum lebih lanjut,” tandasnya. # Wardoyo