JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polres-Dishub Ingatkan 147 Bentor dan Becak Disel Segera Dijadikan Becak Kayuh. Begini...

Polres-Dishub Ingatkan 147 Bentor dan Becak Disel Segera Dijadikan Becak Kayuh. Begini Alasannya

241
BAGIKAN
BENTOR DIAMANKAN- Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti saat memimpin penertiban tujuh bentor di pasar Gondang yang diamankan ke Polres Sragen Kamis (3/8/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Jajaran Satlantas Polres Sragen dan Dinas Perhubungan mengingatkan kepada pemilik becak bermotor (bentor) dan becak dengan
mesin disel (bendis) untuk segera merubah konstruksi kembali ke becak kayuh. Pasalnya, desain bentor dan bendis itu dinilai sudah melanggar aturan dan harus dibersihkan sesuai instruksi Polda maupun Dirlantas Polri.

Kepala Dishub Sragen, Muhari melalui Kabid Angkutan, Bintoro Setyadi mengungkapkan saat ini jumlah bentor maupun bendis di Sragen mencapai 147 unit. Menurutnya baik bentor maupun bendis memang dilarang beroperasi karena melanggar undang-undang.

Bentor yang memodifikasi becak ditambah dengan motor jelas tidak dibenarkan karena dari aspek teknis tidak memenuhi kelaikan, tidak melalui uji rancang bangun maupun uji tipe. Pun dengan bendis juga tidak diperbolehkan lantaran juga tidak ada ualifikasi rancang bangun
maupun uji tipenya.

Karenanya, Dishub berharap pemilik bentor maupun bendis segera merubah
konstruksi dan dikembalikan ke becak konvensional atau becak kayuh. Soal penertiban paksa, menurutnya kewenangan itu ada di kepolisian.

“Apalagi kalau kecelakaan tidak bisa diurus jasa raharjanya. Untuk bentor yang pakai kendaraan bermotor jelas langsung ditindak. Tapi untuk yang becak disel sementara ada kebijakan untuk tidak melintas di jalan raya Sukowati dulu sambil menunggu law enforcement dari kepolisian,” tegasnya.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui KBO Lantas, Iptu Mashadi menyampaikan untuk sementara, baru tujuh bentor di Gondang yang sudah disita. Sedangkan untuk bendis yang ada di wilayah kota, sementara memang ada kesepakatan lisan untuk tidak mangkal di jalur utama Sukowati dan jalur trayek angkutan resmi.

Pihaknya juga mengimbau kepada pemilik bentor dan bendis untuk sesegera mungkin merubah kembali menjadi becak kayuh. Disinggung upaya penertiban paksa, ia menilai masih akan berkoordinasi dengan Dirlantas Polri maupun Polda.

“Untuk becak disel kita masih menunggu koordinasi dengan Dirlantas bagaimana langkahnya. Tapi yang jelas kita imbau untuk segera dirubah kembali ke becak kayuh,” tandasnya.(Wardoyo)

  • davian luciano

    padahal yg banyak dirugikan , pihak tranfortasi yg dikota sragen, angkuta, becak, bus tpi mengapa yng ditertibkan malah yg didaerah. saya kok heran

  • davian luciano

    itu khan namanya tebang pilih, padahal khan sama sama tidak layak dijalan raya , emang bendis kota apa ada beckingnya

  • davian luciano

    emangnya bendis yg dikota sama yang di gondang apa bedanya, kok yg ditertibkan hanya yg digondang