Ponpes Darul Mustofa Karangpandan Gempar. Ada Santri Ditemukan Gantung Diri di...

Ponpes Darul Mustofa Karangpandan Gempar. Ada Santri Ditemukan Gantung Diri di Atap Jemuran

1060
ilustrasi

KARANGANYAR– Ponpes Darul Mustofa di Desa Salam, Karangpandan digemparkan dengan aksi gantung diri yang dilakukan oleh salah satu santri di Ponpes tersebut, Jumat (4/8/2017) petang. Santri yang diketahui bernama Sarip Jamaludin (24) asal Blok 1 RT 1/1, Desa Sepat, Kecamatan Sumberjaya, Majalengka, Jabar itu ditemukan tewas menggantung pada rangka atap jemuran pakaian di pondoknya.

Informasi yang dihimpun di Mapolres, korban ditemukan pertama kali pukul 16.00 WIB oleh beberapa teman santri yang menghuni Ponpes beralamat di Dukuh Gudangan RT 1/3, Desa Salam,Karangpandan tersebut.

Penemuan jasad santri tersebut diketahui pertama kali oleh dua temannya, Ahmad Arifin (20) santri asal Dukuh Sumberan RT 11/2, Desa Beji, ANdong, Boyolali dan Adi Multi (26) santri asal Gedangan RT 1/3, Desa Salam, Kecamatan Karangpandan. Ahmad yang hendak mengambil pakaian di jemuran kaget mendapati salah satu rekan santrinya itu sudah tergantung di rangka atap rumah tempat jemuran pakaian.

Baca Juga :  Mengejutkan, Ini Barang-Barang Yang Ditemukan di Rumah Terduga Teroris Karangpandan, Karanganyar

Mendapati hal itu, ia langsung memberitahu teman-temannya dan kemudian
bersama rekannya melakukan pertolongan dengan cara memotong tali nilon warna kuning yang digunakan untuk korban menggantung. Tali itu dipotong dengan gunting pemotong rumput kemudian bersama-sama menurunkan jasad korban untuk di bawa ke gazebo sebelah tempat jemuran.

Baca Juga :  Istri Terduga Teroris Karangpandan, Karanganyar Pernah Menolak Ditanya Identitas oleh Kadus

Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Karangpandan yang ditindaklanjuti dengan olah TKP oleh petugas. Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan berdasarkan hasil olah TKP menyimpulkan korban meninggal dunia murni karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan.

Hal itu diperkuat dari hasil visum tim medis yang juga tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan dari dokter menyatakan korban meninggal dunia kurang lebih 4-5 jam dari pemeriksaan. Tidak ada tanda kekerasan, pada leher ditemukan tanda melingkar bekas tali untuk menggantung,” paparnya. Wardoyo

BAGIKAN