JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Predikat ‘Solo Kota Layak Anak’ Terganjal Iklan Rokok

Predikat ‘Solo Kota Layak Anak’ Terganjal Iklan Rokok

54
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
TAMAN CERDAS JEBRES – Anak-anak bermain di Taman Cerdas Jebres, Solo, Rabu (26/4). Taman cerdas tersebut di bangun untuk aktivitas edukatif warga terutama ramaja dan anak-anak.

SOLO – Kota Surakarta berhasil menyabet enam penghargaan sekaligus pada peringatan Hari Anak Nasional. Namun, Solo gagal meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) lantaran iklan rokok masih bertebaran. Alhasil, kategori yang didapatkan hanya KLA Utama.

Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPPA PM) kota Surakarta, Sri Suharti mengatakan, meski gagal meraih predikat KLA, prestasi yang diraih cukup menggembirakan.

“Kota Solo mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak Kategori utama. Padahal tahun 2015, Solo masih berstatus KLA kategori Nindya,” ujarnya, Selasa (1/8/2017)

Menurutnya, agar benar-benar berstatus KLA, sebuah kota tidak boleh ada iklan rokok. Dalam skala nasional belum ada kota yang lolos dari persyaratan tersebut, termasuk Surabaya yang lebih dahulu mencanangkan sebagai kota layak anak. Saat ini, kata dia, baru Surabaya dan Solo yang mendapat predikat KLA Utama.

“Iklan rokok itu kendala. Tapi kami berusaha sedikit demi sedikit, untuk mengikis misalnya lingkungan pemkot bebas asap rokok, terus berlanjut di kecamatan dan di kelurahan. Selain itu dengan pengaturan lokasi iklan rokok, tidak boleh dekat dengan sekolah,” ujarnya

Suharti menambahkan, setidaknya ada 24 indikator kota layak anak. Dari sisi kelembagaan di Solo setidaknya ada tujuh regulasi baik berupa perda maupun perwali yang pro terhadap hak-hak anak. Selain itu keterlibatan masyarakat dalam mendukung Kota Solo menuju KLA juga tinggi.

“Ke depan akan kami buat lomba kecamatan layak anak, sehingga komitmen bersama menuju KLA semakin tinggi,” ujarnya.

Kota Solo juga mendapat sejumlah penghargaan di hari Anak Nasional antara lain Puskesmas Ramah Anak yang diwakili Puskesmas Pajang.

Ada pula penghargaan percepatan cakupan pemberian akta kelahiran anak 2017 yang diraih Dinas Kependudukan Dan Cacatan Sipil. SDN Mangkubumen Lor No 15 meraih dua penghargaan sekaligus, yakni sebagai sekolah ramah anak dan SDN ramah anak terbaik.

Forum anak kota Surakarta juga mendapat penghargaan sebagai  Penerima Anugerah DAFA Award 2017 Kategori Terkreatif pada pertemuan Forum Anak Nasional 2017.

#Arief Setiyanto