JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Prihatin Derita Istri PNS Sragen Yang Dianiaya Pakai Linggis, Pegawai RSUD Galang...

Prihatin Derita Istri PNS Sragen Yang Dianiaya Pakai Linggis, Pegawai RSUD Galang Sumbangan Hingga Rp 50 Juta

4186
BAGIKAN
Tim Polsek Kedawung saat mengevakuasi Sri Puji Astutik (35), istri Agus Supriyo (44) yang ditemukan dibuang di kebun Karet Desa Mojorejo, Kedawung setelah dibantai suaminya yang kemudian gantung diri, Jumat (28/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kondisi Sri Puji Astutik (35) alias Tutik, PNS di RSUD Sragen yang menjadi korban penganiayaan sadis dengan linggis oleh suaminya, (alm) Agus Supriyo (44) masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Sragen.

Pegawai asal Kampung Sumengko, Sragen Tengah yang bertugas di bagian verifikasi berkas di Bagian Keuangan itu juga belum bisa dilakukan operasi rahang karena kondisinya belum memungkinkan.

“Masih belum bisa berkomunikasi mengingat di tenggorokan masih dipasang alat bantu untuk pernafasan. Tapi kesadarannya sudah mulai membaik,” ujar Plt Dirut RSUD Sragen, Didik Haryanto melalui Bendahara RSUD Sragen sekaligus rekan korban, Gathot Widiarto, Senin (31/7/2017).

Sementara penderitaan yang dialami Tutik, memantik empati dari rekan-rekan pegawai di jajaran internal RSUD SRagen. Mereka secar sukarela menggalang dana kepedulian untuk membantu pengobatan Tutik dan menurut Widi, hingga kemarin sudah terkumpul dana kepedulian sebesar Rp 50 juta.

“Kemarin spontan saja dari teman-teman berempati dan menggalang iuran sukarela untuk membantu pengobatan Mbak Tutik. Alhamdulilah sudah terkumpul Rp 50 juta,” jelasnya.

Tutik yang dianiaya pakai linggis oleh almarhum suaminya, ditemukan tergeletak tak sadarkan diri setelah dibuang di kebun karet wilayah Dukuh Bahak, Mojokerto, Kedawung Jumat (29/7/2017).

Ia ditemukan dalam kondisi wajah hancur dan mulut serta leher robek karena dilinggis oleh suaminya. Akibat penganiayaan yang dilakukan Kamis (28/7/2017) malam itu, ia yang tengah hamil sembilan bulan harus kehilangan bayinya yang kemudian diketahui meninggal di dalam kandungan. Jasad bayi dilahirkan melalui operasi cesar dan dimakamkan di Sumengko Sabtu (30/7/2017) malam. Sementara suaminya ditemukan gantung diri di rumah warga Dukuh Kuwut, Jetis, Sambirejo, Jumat (29/7/2017) pagi. Wardoyo