JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Prihatin Keadaan, Puluhan Seniman Sragen Bakal Pentaskan “Dilema”. Simak Jadwal Mainnya!!!

Prihatin Keadaan, Puluhan Seniman Sragen Bakal Pentaskan “Dilema”. Simak Jadwal Mainnya!!!

189
BAGIKAN

SRAGEN– Sedikitnya 30 seniman lokal dari berbagai aliran di wilayah Sragen, menggagas sebuah gelar budaya seni kolaborasi yang diberi tajuk “Dilema”. Pentas perpaduan seni wayang, seni gerak dan tari yang digagas oleh komunitas Kyai Mojo, Mojo Wetan, Sragen itu bakal digelar 30 Agustus mendatang bertempat di Mojo, Sragen.

Ketua Himpunan Perupa Sragen (Himpas) sekaligus penggagas event itu, Rudiyanto menguraikan pentas kolaborasi itu akan digelar di Jalan Tresno, Mojo Wetan, 30 Agustus mulai pukul 20.00 WIB. Pentas itu akan melibatkan sekitar 30 lebih seniman dari berbagai aliran mulai dari komunitas perupa, sanggar Tari Sukma Puspita, dan dalang Ki Sularso Mudo Darsono Gepeng asal Puroasri, Karangmalang.

Menurutnya, pentas kolaborasi itu akan membawakan cerita berdurasi 2 jam dengan konsep perpaduan dari seni dalang, tari dan gerak dalam satu panggung. Cerita “Dilema” diambil sebagai refleksi atas keprihatinan akan kondisi negeri ini yang dipandang berada dalam ambang dilematis.

“Nanti ada lima episode cerita yang menggambarkan kondisi negeri ini yang dilanda dilemma. Maraknya korupsi, narkoba, smartphone dan hoax yang mulai banyak merambah anak-anak. Semua akan dibawakan berurutan. Ada iringan music etnik, puisi dan cerita yang dibawakan oleh dalang, lalu diiringi dengan gerak tari,’ paparnya Jumat (25/8/2017).

Rudiyanto yang juga perintis Sanggar Kyai Mojo itu menguraikan acara pentas kolaborasi itu digagas untuk membanngkitkan kembali gairah seniman lokal Sragen utamanya Komunitas Seni Kyai Mojo yang sudah bertahun-tahun vakum. Lebih dari itu, pentas lintas seniman itu juga sebagai upaya memberikan warna seni dan sajian hiburan yang kreatif bernuansa etnik serta kontemporer bagi masyarakat.

Selain itu, pentas itu juga untuk memberikan kontribusi positif bagi warga Mojo utamanya pelaku kuliner dan usaha kecil yang akan dilibatkan untuk berjualan di sekitar lokasi pentas.

“Singkatnya kami ingin memberikan sesuatu hiburan dan bermanfaat untuk masyarakat. Pentas itu gratis dan terbuka bagi masyarakat. Nanti bupati juga kami undang,” pungkasnya. Wardoyo