JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Program TMMD Sengkuyung II Sulap Jalan Rusak di Desa Terpencil Ini Menjadi...

Program TMMD Sengkuyung II Sulap Jalan Rusak di Desa Terpencil Ini Menjadi Bisa Dilalui

164
BAGIKAN

PENUTUPAN TMMD- Kasiterrem 074/Wrt Letkol Inf Eko Juniarto didampingi Bupati, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Ketua DPRD Bambang Samekto saat meninjau jalan dalam penutupan kegiatan di TMMD Sengkuyung II di Desa Galeh, Tangen, Sragen, Rabu (2/8/2017). Joglosemar/wardoyo

SRAGEN– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2017 di Kabupaten Sragen sukses ditutup dengan menuntaskan pembangunan cor jalan di Desa Galeh, Tangen sepanjang 1,1 kilometer. Sementara dalam amanat Kasad yang dibacakan dalam apel penutupan Rabu (2/8/2017), ancaman perpecahan dan aliran radikalisme masih menjadi poin utama yang harus diwaspadai semua pihak.

Penutupan Kegiatan TMMD Sengkuyung II kemarin dipusatkan di Lapangan Desa Galeh dengan ditandai upacara yang dipimpin Letkol Inf Eko Juniarto (Kasiterrem 074/Wrt) sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula BUpati Sragen, Kusdinar Untung Yuni SUkowati, Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto, Kapten CPM Yohanes Sigit ( Dansubdenpom IV/1-4 Sragen) dan jajaran Forkompida lainnya.

Dalam amanatnya, Letkol Inf Eko Juniarto menyampaikan kegiatan TMMD ke-99 ini dapat terselenggara dengan aman dan lancar berkat sinergitas unsure TNI, masyarakat, Pemda dan semua elemen terkait. Mengingat sangat bermanfaatnya TMMD, sehingga pada tahun 2017, akan terjadi perubahan program TMMD, yang semula 2 kali dalam setahun menjadi 3 kali setahun sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri RI kepada Gubernur serta Bupati/Walikota Nomor 140/174/SJ .

Selain sasaran fisik, TMMD juga telah menyasar beberapa pembangunan non fisik. Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa mewaspadai berbagai ancaman disintegrasi, narkoba, kebangkitan komunisme baru, paham radikalisme, yang dapat mengancam stabilitas Ketahanan Nasional Indonesia.

“TMMD ini adalah salah satu upaya TNI AD dalam memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah, utamanya upaya cegah dini dan deteksi dini terhadap berbagai ancaman yang melemahkan persatuan dan kesatuan NKRI,” paparnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat dan semua elemen tetap memelihara semangat kebersamaan dan kemanunggalan. Sementara TMMD kemarin ditutup dengan peninjauan hasil cor jalan sepanjang 1,14 kilometer, jambanisasi 5 unit , enam unit perbaikan rumah RTLH.

Proyek TMMD itu juga telah mengubah jalan di desa terpencil itu yang bertahun-tahun rusak itu kini menjadi bisa dilalui oleh warga. Wardoyo