JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Prosedur Berbelit, DPRD Sragen Panggil UPTPK Terkait Jamkesmas Anak Miskin Penderita Hernia

Prosedur Berbelit, DPRD Sragen Panggil UPTPK Terkait Jamkesmas Anak Miskin Penderita Hernia

160
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Pimpinan DPRD Sragen memanggil Kepala Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen yang baru, Nunuk Sri Rejeki ke DPRD, Selasa (22/8/2017).

Selain diminta lebih profesional dalam memberikan pelayanan, Kantor UPTPK itu juga diminta tidak berbelit dalam membuat kartu untuk warga miskin yang membutuhkan penanganan.

Pemanggilan dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Nunuk hadir dengan didampingi Sekda Tatag Prabawanto.

Selama hampir satu jam, Nunuk dicecar beberapa pertanyaan soal prosedur penerbitan kartu miskin untuk warga yang terkesan sedikit lambat.

Bambang mengatakan, pemanggilan dilakukan terkait keluhan dari orangtua, Adhit Purnama (3), bocah asal Dukuh Kebonagung RT 47, Gondang yang menderita hernia dan dirawat di RSUD Sragen sejak Jumat (18/8/2017).

Adhit yang sudah masuk dalam KK kakeknya, Lanang Sunggi dan memiliki Jamkesmas, ternyata hingga kini belum dibuatkan kartu Jamkesmas.

“Kami tahunya ketika kemarin diantar masuk ke RSUD Sragen, dia harus ada kartu Jamkesmas. Setelah mengurus di UPTPK sejak Jumat, Senin baru disurvei. Padahal harusnya kalau sudah masuk KK kan langsung bisa dibuatkan, tidak perlu survei lagi karena pimpinan KK sudah punya Jamkesmas. Kasihan, karena penjelasan dari RSUD, kalau 24 jam tidak bisa menunjukkan kartu Jamkesmas atau Saraswati, maka dihitung bayar,” paparnya.

Ia berharap kasus itu menjadi catatan bagi UPTPK untuk memperbaiki sistem penerbitan kartu dan prosedur survei dengan memperhatikan urgensi dan mendesaknya bagi pasien.