JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Proyek Kabel Bawah Tanah PLN Area Solo Ditarget Kelar Tahun Ini

Proyek Kabel Bawah Tanah PLN Area Solo Ditarget Kelar Tahun Ini

25
BAGIKAN
ilustrasi. Foto : Dok

SOLO – PT PLN (Persero) Area Solo menargetkan pembangunan proyek kabel bawah tanah kelar tahun ini. Saat ini pengerjaan proyek di tiga ruas jalan Kota Solo telah menampakkan perkembangan positif.

Pengerjaan jaringan kabel listrik bawah tanah, saat ini tengah berlangsung di tiga ruas jalan protokol di antaranya Jalan Adisucipto, Jalan Dr Moewardi dan Jalan Slamet Riyadi.

Sedangkan tiga ruas jalan lain yakni Jalan Diponegoro, Jalan Jendral Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Dalam mengerjakan proyek itu, PLN melibatkan pihak ketiga.

Manager PT PLN Area Solo, Leonardo Buntoro mengungkapkan progres proyek ini cukup positif. “Progresnya positif, dan ditargetkan tahun ini rampung,” ujarnya kepada wartawan, Senin (14/8/2017).

Ia mengatakan penerapan kabel bawah tanah bawah tanah selain untuk mengindahkan penataan kota juga untuk memudahkan perawatan instalasi.

Khusus koridor Gatsu, perkembangan proyek telah mencapai 98 persen. Leo mengaku kondisi sekarang masih menyisakan sekitar 8 tiang, namun sebentar lagi akan segera dicabut. Travo yang baru pun sudah digunakan. Sehingga penataan seperti kawasan Ngarsopuro.

Sementara di kawasan lainnya yakni di Jalan Adisucipto, proyek serupa juga sudah menampakkan kemajuan yang signifikan. Leo menyebut saat ini progresnya sudah 21 persen.

“Kami sudah memasukkan kabel dari mulai Tugu Makuto hingga Fajar Indah ke timur,” pungkasnya.

Leo menegaskan proyek yang berada di ruas jalan padat tersebut tetap terus mempertimbangkan kenyamanan pengguna kendaraan.

Ketika tanah digali akan langsung masuk karung tanpa dibiarkan berserakan. Kemudian untuk lubang akan secepat mungkin ditutup tanpa membiarkannya terlalu lama.

Sementara untuk pembangunan kabel bawah tanah yang ada di kawasan Jalan Slamet Riyadi sudah mencapai 55 persen. Dalam pengerjaan proyek itu, pihaknya mengaku tidak ada kendala berarti.

“Hanya saja memang di kawasan itu materialnya cukup keras, sehingga menyulitkan pekerja saat melakukan pembongkaran,” jelasnya.

#Garudea Prabawati