JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ratusan Warga Rame-Rame Serbu dan Robohkan Pagar Pabrik Tiga Pilar di Sragen....

Ratusan Warga Rame-Rame Serbu dan Robohkan Pagar Pabrik Tiga Pilar di Sragen. Ini Pemicunya..

1651
BAGIKAN
Aparat keamanan saat mengamankan lokasi pabrik PT TPS Food di Masaran usai pagarnya dirobohkan warga, Sabtu (12/8/2017).Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Sedikitnya 200an warga dari lima kampung di Desa Sepat dan sekitar Pabrik Tiga Pilar Sejahtera (TPS) di Desa Sepat, Masaran mengamuk dan menggeruduk pabrik tersebut, Jumat (12/8/2017) malam. Massa yang geram dengan operasional pabrik merobohkan pagar belakang dan depan pabrik makanan terbesar di Surakarta tersebut.

Akibat aksi warga, beberapa pagar pembatas benteng, pagar depan dan belakang ambruk. Warga juga sempat menumpahkan kekesalan dengan membakar ban di depan pabrik.

Aksi kemarahan massa itu terjadi pukul 23.30 WIB. Mereka melampiaskan kemarahan lantaran kesal dengan sikap pihak perusahaan yang tak menggubris keluhan warga yang terdampak operasional pabrik.

“Warga resah karena belakangan operasional pembuangan gas uap batubara menimbulkan suara bising seperti jet sangat keras hampir setiap malam. Itu sangat mengganggu dan mengagetkan warga, ” papar Tri Setiawan, salah satu warga Sepat, Masaran.

Tidak hanya itu, kekesalan warga ditambah dengan dampak debu batubara yang mengganggu lingkungan. Keberadaan debu itu sudah mengotori lingkungan karena beterbangan sampai ke permukiman warga.

Menurutnya, aksi tersebut terpaksa dilakukan lantaran keluhan warga yang disampaikan ke perusahaan tak pernah direspon. Beberapa kali warga melayangkan komplain dan permohonan agar pabrik menghentikan operasional batubara, namun tak pernah ada jawaban atau tanggapan.

“Warga sudah beberapa kali kirim surat lewat humasnya. Tapi enggak pernah ditanggapi,” ujar Kadus Sepat, Mulyono.

Kemarahan warga sempat memuncak dan hendak membakar bus milik perusahaan. Akan tetapi aksi mereka diurungkan setelah diredam oleh aparat Polsek yang bersiaga di lokasi kejadian.

Aksi demo dan perobohan pagar sempat membuat situasi pabrik mencekam. Warga tetap menduduki lokasi depan pabrik hingga pagi hari sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran, AKP Mujiono membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ia juga menyampaikan pagar yang dirobohkan warga juga tidak terlalu parah. Menurutnya pihak perusahaan sudah menyanggupi untuk dilakukan mediasi dengan warga.

“Yang dirobohkan hanya pagar pembatas saja, ” jelasnya.

Di sisi lain, warga akhirnya ditemui oleh perwakilan perusahaan di Balai Desa Sepat untuk melakukan mediasi. Kadus Sepat, Mulyono menyampaikan mediasi dimulai pukul 15.30 WIB dan masih berlangsung. Dalam mediasi itu, warga menuntut agar perusahaan menghentikan operasional pembuangan uap gas batubara di pabrik yang dianggap sudah menyengsarakan warga dan mengganggu lingkungan. (Wardoyo)