JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Rekanan Diduga Bermasalah, Puluhan Proyek Infrastruktur di Sragen Dilaporkan Macet dan Lambat

Rekanan Diduga Bermasalah, Puluhan Proyek Infrastruktur di Sragen Dilaporkan Macet dan Lambat

320
BAGIKAN
CEK JALAN—Ketua DPRD Sragen, Bambang Samekto didampingi anggota DPRD asal Plupuh, Sutimin Keling mengecek lokasi pengecoran perdana di jalur Gentan Banaran yang mangkrak selepas diresmikan bupati, Selasa (13/6/2017). Foto : Wardoyo

SRAGEN– Pelaksanaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sragen terus mendapat sorotan dan kritikan. Pasalnya tidak hanya ada yang macet, puluhan paket proyek fisik yang didanai dari APBD maupun APBN, ternyata dikabarkan sangat lamban bahkan ada yang belum dimulai.

Temuan itu diungkapkan oleh Koordinator LSM Tim Operasional Penyelamat Anggaran Negara –RI (Topan-RI), Agus Triyono, Senin (28/8). Dari pantauannya kemarin, ia mendapati hampir sebagian besar proyek hasil retender juga belum berjalan. Padahal, selain sudah terbit Surat Perjanjian Kontrak (SPK), tenggat waktu sudah terlambat beberapa bulan tersita oleh proses lelang yang diulang hampir tiga kali.

“Memang ada satu dua yang sudah jalan, tapi dari sekitar 30an yang diretender kemarin dan harusnya sudah jalan, sebagian besar juga belum apa-apa. Tidak hanya yang diretender, yang sebelumnya pun juga ada yang macet. Seperti proyek jalan di Jambangan-Kedawung dan beberapa titik lainnya,” paparnya kemarin.

Tidak hanya menyesalkan, menurutnya hal itu membuktikan bahwa langkah retender yang dipaksakan DPU dengan dalih mendapat rekanan berkualitas, ternyata tidak berbanding lurus.
Sebaliknya, dengan proyek yang makin molor bahkan sebagian macet gara-gara modalnya terbatas dan harga besi melambung, justru merugikan masyarakat yang sudah lama menanti perbaikan infrastruktur.

Salah satu rekanan, Lambang mengakui saat ini pelaku jasa konstruksi memang terkendala dengan kenaikan wiremesh yang mencapai 30 persen. Parahnya produksi di pabrikan juga terbatas.

”Kami hari ini akan ke Cilegon, informasinya ada barang di sana, untuk ukuran M 12 memang tidak terlalu banyak,” ujarnnya

Kemarin Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga kembali terjun mengecek sejumlah proyek baik di Mondokan maupun jalan lingkar selatan Sragen. Saat mengecek proyek jalan Kedawung – Jambangan di Mondokan, Yuni mengisyaratkan agar rekanan diberi sanksi hingga blacklist karena proyek beranggaran Rp 5,1 miliar itu macet total sejak dua bulan terakhir.

“Progresnya baru 7 persen dari tahapan yang seharusnya sudah 21 persen. Melihat kondisi itu, kami tidak tabu untuk lakukan blacklist. Putus kontrak yang dilakukan tentunya sesuai aturan berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Marija mengklaim hasil pemantauan di beberapa lokasi sudah sesuai spek. Sedangkan beberapa lainnya menurutnya masih menunggu wiremesh yang belum datang. Wardoyo