JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Rekrutmen Kadus di Karanganyar Kisruh, Diduga Ada Calon Nyontek Saat Tes Pidato

Rekrutmen Kadus di Karanganyar Kisruh, Diduga Ada Calon Nyontek Saat Tes Pidato

130
BAGIKAN
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
TOLAK CAKADES—Ilustrasi demo menolak calon perangkat desa.

KARANGANYAR– Sejumlah kandidat kepala dusun (Kadus) yang ikut rekrutmen pengisian Kadus di Dusun Jetis, Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten menggeruduk Pemkab, Selasa (29/8/2017). Mereka mendesak agar dilakukan rekrutmen ulang lantaran proses rekrutmen yang dilakukan Pemdes dinilai tidak fair.

Beberapa kandidat yang kalah juga mengungkap adanya indikasi kecurangan dimana calon terpilih diketahui sempat menyontek saat mengikuti tes pidato. Salah satu kandidat menuturkan, akibat penolakan dan indikasi kecurangan itu, hingga kini membuat pelantikan Kadus terpilih di Suruhkalang, juga belum bisa dilakukan.

Kandidat yang minta identitasnya tidak ditulis itu menguraikan kekisruhan bermula ketika Pemdes Suruhkalang membuka seleksi pengisian Kadus Jetis yang sudah lama kosong. Rekrutmen dimulai dengan tahapan ujian tertulis dan wawancara, dengan menggandeng pihak ketiga, Kamis (10/8/2017) lalu.

Dalam seleksi tersebut, ada 5 calon yang mengikuti ujian tertulis, yakni, Andi, Waluyo, Agus Wijayanto, Sularto dan Dian Sulistyorini. Kelimanya kemudian dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti tahapan selanjutnya, berupa wawancara.

Persoalan muncul, ketika Kades meminta tiga peserta untuk berpidato. Saat giliran Andi pidato, ia diketahui membawa contekan. Inilah yang dipersoalkan peserta lain karena merasa tidak terima. Akhirnya empat peserta kemudian melaporkan persoalan ini ke Pemkab Karanganyar agar dilakukan seleksi ulang.

“Kami minta agar dilakukan seleksi ulang karena ada kejanggalan dan kecurangan,” ujar salah satu kandidat ditemui usai melapor ke Pemkab kemarin.
Dikonfirmasi, Kades Eko budi Prasetyo membantah ada kecurangan dan pelaksanaan rekrutmen maupun tes sudah dilaksanakan sesuai prosedur yang ada. Menurutnnya dari hasil test wawancara tersebut, total nilai komulatif antara nilai ujian tertulis dan test wawancara, nilai tertinggi memang diraih Andi.

“Kelima peserta kami ajukan kepada camat Jaten untuk minta rekomendasi siapa yang akan diangkat menjadi Kadus Jetis. Camat jaten kemudian merekomendasikan Andi untuk dilantik sebagai Kadus Jetis,” jelasnya.

Terkait dengan pidato saat seleksi wawancara, Eko mengaku jika hal itu merupakan keinginannya. Eko beralasan, sebagai calon Kadus, harus bisa berpidato di depan umum.

“Pidato ini bukan materi, tapi sifatnya tambahan,” tandasnya. (Wardoyo)