JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen SDN Ngrombo 2 Tangen Disatroni Maling, Laptop dan Uang Rp 9 Juta...

SDN Ngrombo 2 Tangen Disatroni Maling, Laptop dan Uang Rp 9 Juta Disikat

213
BAGIKAN
ilustrasi. Foto : WArdoyo

SRAGEN– Aksi pencurian terjadi di SDN Ngrombo 2, Kecamatan Tangen, Kamis (3/8) pagi. SD yang beralamat di Dukuh Sidorejo, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen itu disatroni pria tak dikenal yang kemudian mencuri sebuah laptop milik seorang guru yang ditinggal di ruangan guru.

Pelaku yang terdeteksi laki-laki dan mengendarai sepeda motor itu menggasak laptop dan beberapa barang berharga milik Indah Dwi Hartatik, (40) asal Dukuh Sidorejo  RT 24/07, Sragen Wetan, Sragen.

Pelaku mencuri laptop merek Toshiba berukuran 14 inch, satu buah tas berisi uang tunai Rp 9 juta, KTP dan beberapa buku berharga.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pencurian diketahui sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu sejumlah guru curiga melihat seorang pria tak dikenal keluar dari ruangan guru dan kemudian mengendarai sepeda motor dengan tergesa-gesa.

Belum sempat ditanya, pria tak dikenal itu sudah kabur. Bersamaan dengan itu, beberapa guru langsung menuju ke ruangan kantor termasuk korban.

Saat dicek, korban ternyata kehilangan laptop dan tas yang ditinggal di mejanya. Selain laptop, tas berisi uang tunai Rp 9 juta, KTP, ATM mandiri  , BRI , SIM A dan C buku rek BPD dan mandiri  milik korban juga ikut disikat. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian belasan juta rupiah.

Mendapati ada yang hilang, beberapa guru sempat berusaha melakukan pengejaran. Akan tetapi tersangka sudah terlanjur jauh dan mereka kehilangan jejak.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Tangen, AKP Sartu mengungkapkan sebenarnya pelaku sempat terdeteksi ketika keluar dari ruangan guru.

Akan tetapi tidak ada yang menyangka bahwa pelaku telah mencuri laptop dan tas milik korban di ruangan guru.

“Tahunya setelah dicek kok laptop dan tas sudah nggak ada. Baru kemudian dilakukan pengejaran tapi sudah terlanjur nggak ketemu. Pelaku sempat diketahui mengendarai Yamaha Vixion warna merah nopolnya. Salah satu guru sempat melihat pelaku memarkir kendaraannya di bawah pohon sawo tapi nggak memperhatikan karena fokus memasang telesir,” jelasnya.

Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya sudah meminta keterangan saksi-saksi dan korban untuk kemudian dilakukan pendalaman dan pelacakan tersangka.

Wardoyo