Sempat Dapat Mukjizat, Istri PNS Satpol PP Yang Dianiaya Pakai Linggis Akhirnya...

Sempat Dapat Mukjizat, Istri PNS Satpol PP Yang Dianiaya Pakai Linggis Akhirnya Meninggal

7045
Foto kenangan semasa hidup dari almarhumah Sri Puji AStutik alias Tutik (35). Foto/Istimewa

SRAGEN– Manusia bisa berencana, tapi semua akhirnya memang kembali pada kuasa sang pencipta. Perjuangan keras Sri Puji Astutik (35) alias Tutik, yang dianiaya menggunakan linggis oleh suaminya, Agus Supriyo (44) yang bertugas di Satpol PP Sragen dan kemudian gantung diri, akhirnya pupus Kamis (3/8/2017).

PNS di RSUD Sragen yang sempat selamat setelah bertahan 12 jam seusai dianiaya dan dibuang di kebun karet Kedawung itu, mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Moewardi Solo pukul 09.00 WIB. Kondisi wajahnya yang hancur dengan luka parah dengan rongga mulut dan saluran pernafasan, membuat ibu tiga anak itu gagal bertahan.

“Kami mendapat kabar meninggal jam 09.00 WIB. Kemudian jenasah tiba di rumah duka sekitar pukul 15.00 WIB. Tadi langsung dimakamkan di pemakaman umum Manding. Dekat dengan bayinya yang kemarin meninggal setelah dioperasi di RSUD Sragen,” papar Ketua RT 1/12, Sumengko, Sragen Tengah, Suyatno, kemarin.

Plt Dirut RSUD Sragen, Didik Haryanto melalui Bendahara RSUD, Gathot Widiarto membenarkan bahwa salah satu pegawai di RSUD itu akhirnya gagal terselamatkan. Widi menuturkan kondisi korban memang sudah sangat parah sehingga belum sempat operasi rongga mulut dan pernafasan dilakukan di RSUD Moewardi Solo, Tutik sudah mengembuskan nafas terakhirnya.

“Tadi kami dapat kabar jam 09.00 WIB,” terangnya.

Tutik memang seolah mendapat mukjizat karena sempat bertahan hampir 12 jam setelah dianiaya pakai linggis oleh suaminya pada Kamis (28/7/2017) malam hingga ditemukan Jumat (29/7/2017) siang pukul 14.30 WIB. Dalam kondisi hamil sembilan bulan dan luka parah serta banyak kehilangan darah, dia masih bisa tersadar ketika berhasil dievakuasi ke RSUD Sragen.

Namun sesampai di RSUD Sragen, ia harus kehilangan bayinya yang diketahui sudah meninggal di dalam kandungan dan terpaksa harus dioperasi lewat cesar. Wardoyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR