JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sempat Kabur ke Jakarta, Polisi Akhirnya Bekuk Pembobol Minimarket di Masaran

Sempat Kabur ke Jakarta, Polisi Akhirnya Bekuk Pembobol Minimarket di Masaran

599
BAGIKAN
PERIKSA TERSANGKA—Kapolsek Masaran, AKP Mujiyono didampingi tim saat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pembobol minimarket di Masaran yang sempat kabur ke Jakarta hampir empat bulan, Kamis (3/8). Foto : Wardoyo

SRAGEN—Tim Polsek Masaran sukses meringkus pelaku pembobolan minimarket STC di Dukuh Tompe RT 16, Desa Jirapan, Kecamatan Masaran yang beraksi 22 Maret silam.

Pelaku yang diketahui bernama Agus Sulistyo alias Trumil alias Bolot (35), diringkus setelah sempat kabur selama empat bulan.

Tersangka yang diketahui berasal dari Dukuh Sidorejo RT 11, Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, diringkus tanpa perlawanan di rumahnya, Kamis (3/8/2017).

Namun, penangkapan membutuhkan proses lama dan penyelidikan yang melibatkan teknologi informasi dan pendalaman cukup panjang.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran, AKP Mujiyono mengungkapkan, tersangka digelandang dari rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB. Proses penyelidikan dimulai dengan mendeteksi rekaman CCTV dari lokasi minimarket yang dibobol tersangka.

Dari rekaman CCTV itu terlacak ciri-ciri tersangka dan kemudian dipadukan dengan keterangan serta bahan penyelidikan yang akhirnya mengerucutkan pada tersangka sebagai pelakunya.

“Setelah terdeteksi ciri-cirinya, kita lacak dengan teknologi IT, saat itu posisinya lari ke Jakarta. Setelah terdeteksi pulang, baru kita lakukan penangkapan pelaku di rumahnya tadi,” ungkapnya, Kamis (3/8/2017).

Dari rumah tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti yakni alat untuk mencongkel dan fan toples yang digunakan untuk menyimpan yang digondol tersangka dari lokasi pencurian.

Sementara, barang bukti beberapa HP Samsung yang digasak tersangka, diakui sudah dijual saat dalam pelarian di Jakarta.

Uangnya habis untuk biaya hidup dan foya-foya selama di Ibukota. Sedangkan uang tunai Rp 1,4 juta yang disikat dari minimarket juga sudah habis untuk bersenang-senang.

“Tersangka mengakui perbuatannya dan langsung kita amankan di Mapolsek untuk proses hukum selanjutnya,” jelasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 ke 5 dengan ancaman hukuman pidana maksimal tujuh tahun penjara.

Wardoyo