JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Simak, Ini Ciri-Ciri Biro Umrah Gak Beres. Jangan Sampai Tertipu!

Simak, Ini Ciri-Ciri Biro Umrah Gak Beres. Jangan Sampai Tertipu!

61
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
ilustrasi

KARANGANYAR– Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar memastikan sejauh ini tidak ada korban penipuan oleh biro umrah First Travel yang berasal dari wilayah Karanganyar. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak tergiur dengan tawaran umrah bertarif murah di bawah standar yang berujung penipuan seperti yang sudah banyak terjadi.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Mustain, Senin (28/8/2017). Kepada Joglosemar, ia mengungkapkan sejauh ini, pihaknya belum menerima aduan atau laporan soal warga yang merasa menjadi korban biro umrah First Travel. Menurutnya, biro First Travel itu berpusat di Jakarta dan di Karanganyar tidak ada kolektor atau perantaranya.

Meski begitu, ia kembali mengingatkan agar masyarakat mewaspadai maraknya tawaran paket umrah murah yang banyak bertebaran. Menurutnya hendaknya lebih cermat dalam memilih biro umrah agar tidak terjebak oleh biro yang bermasalah.

Mustain menguraikan ciri-ciri biro bermasalah biasanya menawarkan paket dengan harga tidak logis. Tawaran harga biro tak beres biasanya di bawah standar umum yang ditetapkan pemerintah yakni di kisaran 1700 USD atau Rp 22 juta.

“Dilogika saja. Umrah itu di sana sekitar 9-10 hari. Bisa dihitung berapa tiket PP-nya, hotel, akomodasi, penginapan dan makan. Kalau tariff dari pemerintah di kisaran Rp 22 juta. Makanya kalau ada yang menawarkan di bawah Rp 20 juta , apalagi hanya Rp 15 juta dan terpaut jauh, patut dicurigai bermasalah karena tidak masuk akal,” paparnya.

Ia juga meminta masyarakat mencermati 5 pasti jika memilih sebuah biro umrah. Yakni pasti bironya, visanya, layanannya, hotelnya hingga tiketnya. Bahkan, calon jemaah juga harus memastikan kapan keberangkatan sampai detail tanggalnya.

Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya sudah berulangkali menyosialisasikan dan mengumpulkan kolektor atau cabang biro umrah yang ada di Karanganyar agar memahami prosedur dan terhindar dari pelanggaran hukum.

“Kalau di Karanganyar itu hanya ada satu biro resmi. Yang lain hanya kolektor dari biro-biro yang pusatnya di kota besar seperti Solo, Semarang dan Jakarta,” pungkasnya. (Wardoyo)