JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pendidikan SMA/SMK Diambil Alih Provinsi, Uang Sumbangan Malah Meroket

SMA/SMK Diambil Alih Provinsi, Uang Sumbangan Malah Meroket

201
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN – Para wali murid jenjang SMA dan SMK di wilayah Sragen maupun Karanganyar mengeluhkan besarnya sumbangan yang dipatok untuk siswa baru pada tahun ajaran 2017/2018 ini.

Mereka mempertanyakan kebijakan pengambilalihan pengelolaan SMA/K oleh Provinsi, yang justru makin memberatkan wali murid karena besaran sumbangan yang ditarik semakin tinggi.

Keluhan soal sumbangan pendidikan di SMA/K itu terungkap dari aspirasi yang disampaikan wali murid, lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga anggota DPRD yang menerima aduan.

Ketua LSM Gerindo Sragen, Agus mengungkapkan, pihaknya banyak mendapat laporan dari wali murid SMA dan SMK Negeri di Sragen yang keberatan dengan nominal sumbangan pendidikan yang ditarik oleh sekolah.

Pasalnya, besaran sumbangan yang ditarik sudah di atas Rp 2 juta. Bahkan dari data yang diterimanya untuk wilayah Gemolong dan Sragen barat, sumbangan SMA/K negeri berkisar antara Rp 2-3 jutaan sedangkan SMAN di wilayah Sragen Kota sampai Rp 3,5 juta.

“Padahal sebelum diambil alih provinsi, enggak sebesar itu. Makanya kami justru mempertanyakan, bagaimana kebijakan Pemprov dan Gubernur kok diambilalih provinsi malah sumbangan makin menjadi. Harusnya kan pendidikan makin murah biar warga miskin bisa menyekolahkan anaknya ke SMA/K bukan malah makin mahal begini,” paparnya Senin (7/8/2017).

Salah satu wali murid baru di SMAN favorit di Sragen, NG, membenarkan bahwa dari sekolah mematok besaran sumbangan Rp 3,5 juta untuk siswa baru. Namun nominal sumbangan itu tidak sama untuk orangtua KK miskin.

Tidak hanya di Sragen, keluhan soal sumbangan siswa baru jenjang SMA/K negeri juga menjadi keluhan hangat wali murid di Karanganyar.