Soal Wacana Sertifikasi Warung Makan di Solo, Ini Kata Pemilik Tahu Kupat...

Soal Wacana Sertifikasi Warung Makan di Solo, Ini Kata Pemilik Tahu Kupat Sido Mampir hingga Soto Gading

99
ilustrasi. Foto : Kurniawan Arie Wibowo

“Mas, tahu kupat telor dua, minumnya es teh satu dan teh tawar anget satu….”

Siang itu mendekati jam makan siang, kira-kira pukul 11.00 WIB, seorang ibu dan anak gadisnya masuk ke dalam warung tahu kupat di Warung Tahu Kupat Sido Mampir yang terletak di sebelah selatan Masjid Sholihin Punggawan, Banjarsari.

Sang pelayan pun dengan sigap melayani dengan menggoreng telor, meracik tahu kupat dan juga membuatkan minuman pesanannya.

Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta untuk melakukan sertifikasi warung makan sudah pernah terdengar oleh Gunadi (44),  pemilik warung tahu kupat tersebut.

Dia mengaku setuju jika memang program tersebut dapat membawa dampak positif bagi sektor usaha kuliner dan pariwisata di Kota Solo. Dia tidak keberatan jika nantinya diminta menyediakan daftar menu dan harga di warung miliknya.

Berdasarkan pantauan Joglosemar di lapangan, salah satu aspek yang menjadi kriteria sertifikasi terhadap warung makan adalah pembuatan daftar menu beserta daftar harga nampak tidak ada.

Menurut Gunadi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa daftar menu dan harga di warungnya sudah ada hanya saja sedang tidak ditempel pasca lebaran kemarin.

Momentum lebaran merupakan momen yang sering kali dimanfaatkan oleh pedagang untuk menaikan harga dagangannya.

“Kalau lebaran kita naikan harga gak banyak kok, paling seribu rupiah. Itu juga kan buat nggaji karyawan juga dan daftar menu memang kemarin kita lepas pas lebaran,” ujar Gunadi kepada Joglosemar saat ditemui di warung miliknya, Minggu (6/8/2017).

1
2
3
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR