JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Solo Masih Sisakan 11.000 RTLH

Solo Masih Sisakan 11.000 RTLH

39
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PROGRAM RTLH—Suasana pemukiman di kawasan kelurahan Jebres, Solo, Senin (21/8/2017). Pemkot Solo kesulitan merampungkan program rumah tidak layak huni (RTLH) sesuai target nasional pada 2019 mendatang karena keterbatasan anggaran.

SOLO  – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta berkomitmen menyelesaikan program rumah tidak layak huni (RTLH). Saat ini ada sekitar 11.036 unit RTLH di Kota Solo yang lokasinya tersebar dan butuh penanganan segera.

“Di Solo ada sekitar 11.036 unit RTLH. Untuk penanganan RTLH ini terus kita lakukan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KKP) Surakarta, Saryanto kepada wartawan, Senin (21/8/2017).

Untuk penanganan RTLH ini tidak hanya mengandalkan dana APBD Kota tapi juga Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun perusahaan swasta lewat dana corporate social responsibility (CSR). Tahun ini, kata dia, ada sejumlah RTLH yang sedangkan dikerjakan yakni 418 unit RTLH dari Dana Alokasi Khusus (DAK), 409 unit RTLH dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), 100 unit RTLH dari Kota, dan 100 unit RTLH dari CSR.

“Jadi kita menggandeng pemerintah pusat, provinsi dan CSR untuk menangani RTLH. Saat ini sudah ada yang proses pengerjaan dan akhir tahun ini sudah harus jadi, tiap tahun itu kita kerjakan 1.000 unit RTLH,” ungkapnya.

Saryanto mengungkapkan Pemkot Surakarta sengaja melibatkan pendanaan dari berbagai unsur lantaran anggaran kota jumlahnya cukup terbatas. Apalagi secara nasional ada target persoalan RTLH bisa rampung pada 2019. Sementara jika merujuk pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Pemkot Surakarta ditargetkan rampung 2021.