Tahun Ini Wonogiri Nyatakan Stop BABS

Tahun Ini Wonogiri Nyatakan Stop BABS

68
Joglosemar|Dok
ilustrasi

WONOGIRI— Tahun ini wilayah Wonogiri dinyatakan telah stop buang air besar sembarangan (BABS). Hingga kini, tak sampai satu persen keluarga di kota Gaplek tersebut yang BABS.

Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa mengatakan Wonogiri bakal bebas BABS tahun ini. Hal tersebut sudah menjadi program Pemkab Wonogiri.

Berdasarkan perkembangan yang diraih, pihaknya yakin tahun ini Wonogiri benar-benar bebas BABS.

“Optimis tahun ini bebas BABS. Sudah banyak kemajuan dan peningkatan yang telah diraih dalam program ini,” kata Wabup, Kamis (3/8/2017).

Wabup mengapresiasi hasil kerja keras Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, tenaga kesehatan, sanitarian, camat, kepala desa dan semua pihak yang mendukung percepatan program Wonogiri bebas BABS 2017.

Dia berharap, saat peringatan Hari Kesehatan yang jatuh pada 12 November mendatang, Wonogiri sudah mampu mendeklarasikan Wonogiri bebas BABS.

Menurut Wabup, untuk penyelesaian program ini diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 2 miliar. Namun demikian mesti melibatkan semua pihak yang terkait.

Sehingga semua harus bersinergi, pihaknya mengimbau untuk alokasi dana desa sebagian bisa disalurkan untuk program sanitasi berbasis masyarakat.

“Kami juga sudah menggandeng salah satu BUMD Perbankan , untuk kredit pembangunan sanitasi, ada dana BOK Puskesmas, juga bantuan dari masyarakat peduli sanitasi, semua untuk percepatan penyelesaian program ini,” terang Wabup.

Pemkab Wonogiri pun mengajak kepedulian masyarakat untuk mendukung program Wonogiri bebas BABS 2017.

Pasalnya, saat ini masih ada beberapa wilayah yang dinilai belum bebas dari kebiasaan BAB di sembarang tempat. Kendati jika dikalkulasi hanya menyisakan jumlah tidak besar.

“Kami menargetkan pada bulan November 2017, masyarakat Wonogiri sudah sepenuhnya terbebas dari kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS),” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKK Wonogiri, Mubarok.

Dia membeberkan, berdasarkan hasil audiensi antara Pemprov Jateng dengan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo belum lama ini, diketahui jumlah keluarga yang masih menerapkan BABS.

Data terakhir per 31 Juli 2017 menunjukkan bahwa di Wonogiri saat ini hanya tersisa 1.802 KK yang tersebar di 67 desa pada 12 kecamatan, atau sekitar 0,6 persen dari total 343. 830 KK yang masih BABS.

“Dengan kondisi seperti ini, Wonogiri menempati urutan terbaik kedua di Jateng setelah Grobogan yang telah deklarasi STOP BABS di tahun 2016,” kata dia.

Dandim 0728 Wonogiri Letkol (inf) Basuki Sepriadi mengaku mendukung penuh program Wonogiri bebas BABS 2017. Hal tersebut sejalan dengan program kerja Kodim 0728 terkait jambanisasi bagi keluarga kurang mampu.

“Kami memberikan bantuan jamban bagi keluarga kurang mampu. Kami juga membantu dalam proses pengerjaannya,” jelas Dandim.

Aris Arianto

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR