JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Tak Terkaver BPJS Warga Miskin Berobat Gratis

Tak Terkaver BPJS Warga Miskin Berobat Gratis

85
BAGIKAN

 

Joglosemar | Aris Arianto
KESEHATAN GRATIS-Bupati Joko Sutopo berbincang dengan salah satu pasien RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso, Selasa (29/8).

WONOGIRI-Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan, program kesehatan gratis menjadi salah satu prioritas pelaksanaan tahun depan. Program tersebut bisa dinikmati warga miskin yang tidak terkaver dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bupati mengatakan pelayanan prima jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri harus menjadi komitmen bersama dan bisa menjangkau keluarga kurang mampu. Warga miskin yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun tercover program BPJS Kesehatan akan menjadi tanggungan Pemkab Wonogiri.

Salah satu tindakan riil Pemkab Wonogiri, sebut Bupati Joko, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran Rp13 miliar untuk menjadikan gedung rawat inap dan bangsal kelas lll bagi pasien miskin yang tahun 2016 gagal proyek.

“Tahun ini harus jadi sehingga tahun 2018 sudah beroperasi untuk menampung pasien kurang mampu,” tandas Bupati Wonogiri, Selasa (29/8), di sela-sela menyaksikan pelaksanaan operasi bibir sumbing massal di RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarsono Wonogiri bersama Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno.

Bupati membeberkan, program kesehatan gratis menyasar ke warga miskin yang belum tekaver BPJS. Atau bisa pula dinikmati warga yang telah terkaver BPJS dan memerlukan penanganan kesehatan lebih lanjut, namun penanganan kesehatan itu tidak masuk dalam tindakan yang bisa dibayar melalui program BPJS.

“Ini salah satu ikhtiar kami untuk menciptakan derajat kesehatan warga lebih baik. Tapi terus terang kami akui, hal ini tidak akan mungkin bisa menjadi solusi semua permasalahan kesehatan,” terang Bupati.

Lebih lanjut diakui Bupati, pelayanan jajaran RSUD daerahnya masih perlu ditingkatkan. Namun, tutur Joko, sejak dia menjadi Bupati Wonogiri pihaknya terus mendorong jajaran RSUD agar meningkatkan pelayanan kepada pasien terlebih lagi mereka masuk kriteria miskin.

“Saya minta masyrakat luas terlebih rekan-rekan media ini memberikan kritik dan masukan yang sifatnya membangun demi pelayanan prima RSUD,” tandas dia.

Direktur RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Setyarini melaporkan, operasi bibir sumbir yang digelar ini merupakan rangkaian kegiatan seksi Baksos Panitia Peringatan HUT Ke 72 Kemerdekaan RI.

“Ini (operasi bibir sumbing) diikuti 15 pasien dari kalangan keluarga kurang mampu. Kami melibatkan dokter ahli anestesi dari luar Wonogiri,” kata Setyarini sembari menambahkan kegiatan ini dibantu alumni FK UGM angkatan 1983. # Aris Arianto