JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Taman Balekambang Tambah Kapasitas Panggung Terbuka

Taman Balekambang Tambah Kapasitas Panggung Terbuka

76
BAGIKAN
Dok Joglosemar

SOLO – Taman Balekambang sedang merenovasi panggung terbuka atau open stage. Aliran dana dari pemerintah pusat digunakam untuk menambah kapasitas panggung dan prasarana.

Patauan Joglosemar Rabu (9/8/2017), panggung yang biasanya digunakan untuk kegiatan kesenian di Balekambang dibangun ulang. Terlihat sekat yang melingkari sepanjang pinggiran panggung.

Kepala UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang Sumeh mengatakan renovasi open stage ini untuk menambah jumlah kapasitas penonton dari 1.000 orang menjadi 2.250 orang. Pembangunan ini memperoleh pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat senilai Rp 1,3 miliar.

Selain mendapatkan pendanaan dari pemerintah, untuk penambahan sarana dan prasarana di Taman Balekambang juga diperoleh dari pihak swasta melalui bantuan corporate social responsibility (CSR) “Dari Swasta ada, tapi bentuknya CSR, seperti penanaman pohon itu CSR dari Perhutani. Kemudian dari PT PTS dengan center office di samping kantor, kemudian ada beberapa (lainnya),” ujarnya.

Adanya panembahan sarana dan prasarana di Taman Balekambang diharapkan bisa mendongkrak daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke taman tersebut. Sumeh menyebut pembenahan taman tidak berhenti pada penambahan kapasitas penonton panggung terbuka di kawasan tersebut. Pihaknya telah mengajukan anggaran terkait konsep pembenahan Taman Balekambang ke depan.

“Kita sudah mengajukan DAK ke pemerintah pusat, mudah mudahan tahun depan atau depannya lagi bisa cari. Kita sudah ada DED (Detail Engineering Desain)-nya. Kita belum bisa share rencananya itu apa. Kita nunggu realisasinya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sumeh mengungkapkan berbagai fasilitas yang dibangun Pemkot Surakarta di Taman Balekambang bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk masyarakat. Selama ini pihak pengelola tidak memberlakukan tiket masuk bagi pengunjung yang ingin masuk di kawasan tersebut. “Kecuali memang dia ada acara atau gathering baru dikenakan biaya. Ini sesuai Perda No 5 Tahun 2016,” ujar dia. #Taufieq Renaldi